BP Minta ATB Batalkan Rencana Penggiliran

0
126
KONDISI air baku menyusut di Batam membuat ATB akan melakukan penghematan air dengan menggilir distribusi air. f-istimewa/atb
Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta ATB membatalkan rencana penggiliran pasokan air ke pelanggan. ATB menilai ketersediaan air baku waduk Duriangkang saat ini masih tersedia dalam jumlah yang cukup.

BATAM – Karena itu, BP Batam mengaku tidak setuju rencana ATB melakukan penggiliran. Demikian disampaikan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan, Kamis (26/3). Pihaknya tidak setuju atas rencana ATB melakukan peggiliran air kepada pelanggan. Menurutnya air baku masih tersedia dalam jumlah yang cukup.

”Kami meminta ATB segera melakukan berbagai langkah praktis untuk perbaikan sistem pengambilan air baku mereka di Waduk Durangkang,” kata Binsar.

Sesuai evaluasi pimpinan BP Batam atas kondisi air baku saat ini disebutkan, harusnya tidak ada pemadaman distribusi air. Terlebih, dengan predikat sebagai operator air minum terbaik yang disandang ATB, seharusnya sudah melakukan pembenahan distribusi air.

”Apa lagi mengklaim sudah punya teknologi mutakhir SCADA untuk distribusi air. Seharusnya mereka sudah melakukan upaya perbaikan sistem pengambilan air baku tersebut, jauh sebelumnya dan mengatur pendistribusian air sedemikian rupa untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat Batam,” harapnya.

Menurut Binsar, sesuai arahan pimpinan BP, dalam menghadapi situasi kemarau panjang saat ini, pihaknya akan evaluasi setiap saat kondisi ketersediaan air baku. Terutama di Waduk Duriangkang.

”Kami akan menyampaikan informasi kapan ATB dapat melakukan pengambilan air baku sesuai skema tertentu yang berbeda dengan kondisi saat ini”, kata Binsar.

Binsar jelaskan, menurut ATB saat ini WTP Tanjungpiayu dalam kondisi defisit 225 liter/detik, namun berdasar pengecekan lapangan dan kajian yang kami lakukan kondisinya tidak separah demikian. BP Batam meminta ATB melakukan perbaikan cara pengambilan air baku dari berbagai opsi praktis yang dapat mereka lakukan.

”Dengan menyesuaikan kondisi air baku di Waduk Duriangkang saat ini,” harapnya.

Diharapkan, cara ini dapat dilakukan dengan memperpanjang pipa intake atau dengan langkah praktis lain menyesuaikan kedalaman air. “Hal ini juga yang sudah dilakukan Kawasan Industri Batamindo pada intake miliknya di Waduk Duriangkang,” himbau Binsar.

Binsar menambahkan di satu sisi pihaknya terus berupaya memaksimalkan agar semua waduk di Batam tetap dapat menyuplai ketersediaan air baku, salah satunya melalui lelang pengadaan pipa untuk pemompaan air baku dari waduk Tembesi ke waduk Mukakuning sepanjang 4 km.

”Waduk Tembesi adalah waduk terdekat dengan Waduk Muka Kuning, sehingga nantinya air baku Tembesi dapat disuplai ke Muka kuning,” ucapnya.

Selanjutnya, BP Batam bekerja sama dengan TMC/ Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT sedang membuat rekayasa hujan di mana usaha ini akan menambah durasi curah hujan di Daerah Tangkapan Air DTA Waduk yang akan terjadi pada bulan April dan Mei.

”Usaha lain melakukan pembersihan eceng gondok yang berada di genangan waduk menggunakan alat harvester yang saat ini sudah membersihkan puluhan hektar.

”Intinya, BP Batam ingin masyarakat dapat menggunakan air dengan cukup, namun tentunya dengan hemat dan bijak, sambil kita berdoa Batam segera diguyur hujan kembali agar tidak ada pilihan rationing,” harapnya mengakhiri.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here