BPR-BPRS Bangkit, 100 Persen Indonesia

0
961
KOMPAK: Direksi BPR se-Tanjungpinang dan Bintan foto bersama.

TANJUNGPINANG – Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah hadir dan tumbuh berkembang sebagai respon atas paket kebijakan Oktober tahun 1988 lalu. Kebijakan tersebut memberikan kejelasan mengenai keberadaan dan kegiatan usaha BPR. Dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 7 tahun 1992, sebagaimana telah di ubah dengan UU Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

BPR diberikan landasan hukum yang jelas sebagai salah satu jenis bank lain bank umum. Keberadaan BPR-BPRS dari dulu hingga hari ini, tidak bisa dilepaskan dari cerita sukses dari pelaku UMKM di Indonesia.

Keunggulan komperatif yang dimiliki BPR-BPRS, berupa pelayanan yang cepat, mudah, sederhana dan melakukan jemput bola merupakan pelayanan yang paling diminati oleh pelaku UMKM dan masyarakat.

Sampai saat ini, Ketua DPK Perbarindo Tanjungpinang-Bintan, Kim Han, SE mengatakan, kinerja industri BPR masih sangat baik, walaupun ditengah persaingan usaha yang semakin ketat serta regulasi yang semakin protektif.

Industri BPR pada tahun 2016, memiliki kinerja yang positif. Terlihat pada aset industri BPR pada Februari 2017, tumbuh sebesar 10,88 persen dari Rp 102 triliun menjadi Rp 113 triliun. Sedangkan pada sisi kredit yang diberikan tumbuh sebesar 9,78 persen, dari Rp 75 triliun menjadi Rp 82 triliun.

Baca Juga :  Jadi Tersangka, Pejabat BPN Tidak Ditahan

Keberhasilan lainnya, jumlah tabungan yang berhasil di himpun pada Februari 2017 mencapai Rp 23,4 triliun atau tumbuh sebesar 12,69 persen dan Deposito tumbuh sebesar 10,79 persen dari Rp 46 triliun menjadi Rp 53 triliun.

Jumlah nasabah yang sudah dilayani oleh Industri BPR mencapai Rp 14 juta lebih masabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan outlet yang dimiliki BPR sebanyak 6.090 unit kantor yang terdiri dari 1.630 kantor pusat, 1.607 kantor cabang dan 2.853 kantor kas.

Walaupun demikian, tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR-BPRS masih dirasakan sangat kurang dan terkesan dimasyarakat BPR-BPRS hanya untuk meminjam uang.

Untuk itu, perlu adanya sebuah momentum untuk meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan khususnya Industri BPR-BPRS. Sehingga telah disepakati oleh seluruh anggota bahwa tanggal 21 Mei adalah ”Hari BPR-BPRS Nasional”.

Hal tersebut tertuang dalam salah satu keputusan rapat koordinasi Perbarindo di Labuhan Bajo, 7 April 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus DPP Perbarindo dan seluruh pengurus DPD Perbarindo.

Pemilihan tanggal 21 Mei, didasari oleh semangat kebangkitan nasional. Sehingga dengan semangat kebangkitan nasional bisa menularkan, menginspirasi, dan membangun semangat untuk bangkit dan tumbuh Industri BPR-BPRS di Indonesia.

Baca Juga :  Syahrul Terima Kue Ultah Bertuliskan BP 1 T

Tujuannya, untuk meningkatkan pemahaman (awareness) dan penerimaan masyarakat umum, regulator dan pemerintah terhadap keberadaan BPR-BPRS diseluruh Indonesia. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Untuk memperkuat Branding positif BPR-BPRS dimata masyarakat, sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPR-BPRS.

Untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap pelayanan jasa keuangan khususnya pelayanan dari industri BPR-BPRS. Untuk mengevaluasi efektifitas program komunikasi pemasaran BPR-BPRS yang sudah dijalankan oleh BPR-BPRS.

Sedangkan pesan yang akan disampaikan pada hari BPR-BPRS nasional, yaitu BPR-BPRS merupakan bank, BPR-BPRS 100 persen Indonesia, BPR-BPRS, sahabat UMKM di indonesia, produk BPR yaitu tabungan, deposito dan kredit, produk BPRS yaitu tabungan iB-BPRS deposito iB dan pembiayaan, menyimpan uang di BPR-BPRS aman dan dijamin oleh LPS, proses kredit- pembiayaan di BPR- BPRS, mudah, cepat, dan sederhana.

Hari BPR-BPRS nasional merupakan momentum bagi pelaku industri BPR-BPRS untuk meningkatkan keberadaan, kiprah, peran dan manfaat industri BPR-BPRS dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya pelaku UMKM untuk menuju masyarakat yang sejahtera. Hari BPR-BPRS nasional diselenggarakan secara serentak diseluruh Indonesia (24 DPD) dengan pusat kegiatan nasional akan dilakasanakan di Kota Yogyakarta.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, regulator, pemerintah dan stakeholders lainnya. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain jalan sehat yang melibatkan partipasi masyarakat lebih dari seratus ribu peserta di seluruh Indonesia, edukasi produk serta layanan perbankan dan bazar UMKM binaan BPR-BPRS yang ada di wilayah Yogyakarta.

Baca Juga :  Disdukcapil Batasi Pelayanan, Warga Protes

Selain itu, kegiatan BPR-BPRS nasional akan dicatatkan dalam rekor MURI dengan kategori rekor sebagai berikut, edukasi perbankan oleh direksi bank terbanyak, secara serentak di seluruh Indonesia (24 DPD perbarindo).

Perbarindosebagi perhimpunan perbankan di Indonesia dengan jumlah anggota bank terbanyak dan bank yang kepemilikannya 100 persen Indonesia.

”Semoga dengan momentum hari BPR-BPRS Nasional, membangun semangat industri BPR-BPRS untuk bangkit, tumbuh dan berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin sengit dan dalam pusaran regulasi yang semakin ketat,” harap dia.

Perhimpunan bank Perkreditran Rakyat Indonesia (perbarindo) telah berperan aktif dalam menunjang pertumbuhan industri BPR-BPRS, yang memiliki 24 Dewan Pengurus Daerah (DPD) ditingkat provinsi dan 48 dewan pengurus komisariat (DPK) ditingkat kabupaten dan kota, dengna jumlah anggota sebanyak 1.634 BPR-BPRS yang kepemilikannya 100 persen Indonesia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here