Brand Identity Sumber Kesuksesan

0
395
Gugun Gumilar M.Mpar

Oleh: Gugun Gumilar M.Mpar
Dosen BTP Batam

Menjadi sesuatu yang patut di banggakan dan diperhitungkan bahwa pertumbuhan Pariwisata Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan, hal ini terbukti dari sumbangan devisa pariwisata sebesar USD 13,5 Juta dan karenanya menjadikan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa kedua terbanyak di Indonesia. Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata diharapkan memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesa sebesar 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada Tahun 2019. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pariwisata sangat bergantung salah satunya pada jumlah wisatawan yang datang. Dari pengeluaran wisatawan yang datang, akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang mengelola daya tarik wisata.

Indonesia mempunyai kekayaan alam yang mumpuni untuk mengembangkan sektor pariwisata. Dengan demikian pariwisata mempunyai peranan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia serta mendorong pertumbuhan industri dalam menunjang kegiatan kepariwisataan. Selain itu, kapasitas pengelolaan pariwisata daerah harus lebih ditingkatkan agar terjadi sinergitas antara pemerintah pusat, Pemerintah daerah maupun swasta mampu mewujudkan program pencapaian 20 juta wisman dan 275 juta wisnus artinya setiap visi misi pariwisata harus tersebar mulai dari hulu sampai ke hilir dengan kata lain mulai dari provinsi sampai ke pedesaan.

Imbas dari kemajuan pariwisata ini tentunya melahirkan “tourism effect” yang multidimensi, dimana efek yang paling besar dari perkembangan pariwista ini adalah kesejahteraan masyarakat, untuk itu bukanlah dikatakan pariwisata bila pariwisata tersebut belum mampu memberikan kesejahteraan untuk masyarakat. Salah satu imbas dari kemajuan pariwisata ini adalah ditandai oleh pertumbuhan hotel yang terus bertambah. Pertumbuhan hotel ini bisa disikapi secara positif dan negatif. Dari sisi positif, pertumbuhan hotel menunjukan bahwa industri pariwisata mengalami perkembangan yang baik dan ini tentunya melahirkan peluang bagi pengusaha industri pariwisata untuk ikut andil dalam menjalankan bisnis wisatanya. Sedangkan dari sisi negatifnya bisa saja muncul dari beragam dimensi seperti program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak berjalan dengan baik, pengelolaan limbah industri yang tidak terkelola dengan sempurna dan banyak lagi lainnya.

Untuk itu, pada dasarnya hotel harus mampu memberikan manfaat kepada manusia dan lingkungan.

Bertambahnya hotel juga menjadikan daya saing diantara hotelpun ikut meningkat, terlebih pada era digitalisasi saat ini yang merupakan era terkini yang tidak bisa dihindari oleh semua pihak, secara otomatis kehadiran era digitalisasi ini mempengaruhi kepada perilaku customer yang menimbulkan tuntutan untuk lebih pratis, dan mudah.

Segala usaha yang dilakukan oleh hotel mulai dari quality control segala aspek product, people dan service, serta menjalankan program masing-masing department seperti department food and beverage, departemen housekeeping, departemen front office, departemen sales dan marketing, semuanya dioptimalkan tiada lain untuk mencapai revenue, dan tetap exist ditengah-tengah persaingan yang ketat. Bagi saya, salah satu cara hotel dalam mendapatkan revenue dan dapat tetap exist, ialah dengan memilki brand identity yang kuat. Kalo sudah memiliki brand identity yang kuat artinya sudah memiliki customer yang loyal.

Mengapa brand identity penting? Bagaimana membangung brand identity? Segelintir pertanyaan mulai bermunculan tentunya, untuk menajamkan apakah betul brand identity memiliki pengaruh kuat dalam membentuk customer yang loyal.

Disadari ataupun tidak brand identity ini merupakan hasil akumulasi dari semua aktivitas yang dilakukan oleh pihak hotel, mulai dari attitude karyawan, cara menyapa tamu, seragam karyawan, cara melayani tamu, pengetahuan karyawan terhadap produk-produk hotel dan banyak lagi yang lainnya detail-detail yang membangun brand identity. Brand identity akan menghasilkan reputasi di mata konsumen. Bagi cutomer, reputasi yang baik akan menentukan keputusan membeli, bagi karyawan perusahaan, nama baik akan memicu mereka loya dan berkomitmen. Reputasi juga bisa mengundang investor untuk menanamkan modalnya. Selain itu, nama baik juga akan menarik media untuk terus mengikuti perkembangan.

Dalam membangun brand yang kuat, harus dimulai dengan menyinergikan pikiran, hati dan jiwa, yang lantas diimplikasikan kepada model bisnis dengan menciptakan misi, visi dan nilai.

Misalnya, perusahaan bisa memberi manfaat kepada manusia dan lingkungan. Visinya, perusahaan bisa menjadi yang terdepan dalam menciptakan inovasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan nilainya adalah menciptakan nilai keekonomian, lingkungan yang sehat, dan mendukung perkembangan social. Konsep dasar untuk membangun brand identity ini bisa kita ambil dari konsep nya Positioning, differentiation, branding (PDB) yang dikemukakan oleh Guru nya Marketing yaitu Bapak Hermawan Kartajaya. Secara garis besar konsep tersebut menjelaskan bahwa hotel harus mempositioningkan diri, melihat jati diri perusahaan dari mata customer, tujuannya adalah agar perusahaan tersebut memiliki identitas di mata customer.

Peran positioning ini memberikan pesan tersendiri pada benak customer, pesan mengenai identitas hotel diimana pesan yang akan disampaikan melalui positioning ini kepada customer harus disertai oleh differensiasi yang kokoh.

Positioning yang didukung oleh diferensiasi yang kokoh akan menghasilkan brand integrity yang kuat, dimana pada akhirnya akan menghasilkan brand image yang kuat. Brand image yang kuat inilah yang akan menjujuhkan positioning product, hingga terlahirnya brand identity yang kuat.

Hotel yang sudah memiliki brand identity yang kuat, akan dengan mudah mendapatkan customer yang loyal, maka secara tidak langsung customer yang loyal ini akan terus menerus melakukan transaksi yang berulang-ulang, juga tidak akan segan-segan untuk merepresentasikan merek hotel kepada orang lain yang mereka kenal. Ada begitu banyak hotel yang sudah melakukan brand identity ini baik dalam negeri ataupun luar negeri. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here