Bright PLN Batam Bersama DLH Goro di Tanjung Riau

0
110
Bright PLN Batam saat menggelar gotongroyong bersama DLH Batam di Tanjung Riau. F-ISTIMEWA

BATAM – Menjelang akhir tahun 2019 ini, Bright PLN Batam, kembali menggelar gotong royong (Goro) di Batam. Kali ini, goro digelar di Tanjung Riau, Batam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam. Kegiatan digelar, untuk mendorong budaya masyarakat goro di tengah masyarakat. Selain goro, dilakukan pembagian bak sampah kepada warga.

Pada goro yang berlangsung, Selasa (3/12), VPPR bright PLN Batam Samsul Bahri mengatakan, kegiatan itu menjadi penutup rangkaian acara Hari Listrik Nasional (HLN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam.

”Ini bagian dari kegiatan CSR Bright PLN Batam. Selain goro, kita berikan 50 bak sampah untuk masyarakat Tanjung Riau,” katanya.

Pada kegiatan itu, sekiyar 200 orang yang terdiri dari Satgas DLH Batam, jajaran bright PLN Batam, pihak kelurahan dan masyarakat di dua RW membersihkan lingkungan sekitar. Mereka beramai-ramai melakukan aksi gotong royong memungut sampah yang ada di sekitar pemukiman warga, khususnya yag berada di tepi pantai.

Seluruh sampah yang dipungut dimasukkan ke dalam plastik berukuran besar, selanjutnya diangkut ke atas mobil sampah yang dikerahkan DLH Batam. Masyarakat, Satgas DLH dan semua peserta yang terlibat sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Disebut Samsul, sejak bulan Oktober 2019, pihaknya sudah melakukan kegiatan, seperti pemberian beasiswa untuk pelajar di hinterland. Kemudian penghijauan di Tanjunguncang.

”Termaksud peresmian kampung bright PLN Batam di Sijantung dan ditutup dengan acara Goro,” kata Samsul.

Pihaknya memilih acara Goro mengingat rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan. ”Lingkungan pemukiman, drainase, hingga pantai tak lepas dari limbah sampah yang dibuang sembarangan. ”Sampah berserakan di mana-mana,” kata Samsul lagi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai upaya bright PLN Batam menghidupkan kembali budaya Goro yang kini banyak ditinggalkan masyakat.

”Padahal Goro merupakan budaya asli bangsa Indonesia. Dulu, bikin rumah warga saja dilakukan dengan Goro. Sekarang, bikin masjid saja cari tukang,” ujar dia.

Diharapkan, kegiatan itu bisa dilakukan secara rutin di seluruh lapisan masyarakat. Sehingga bisa mewariskan Batam bersih kepada anak cucu kita. ”Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus bersinergi. Saya yakin pihak DLH memiliki berbagai inovasi dalam mengatasi permasalahan sampah di Batam,” pungkasnya.

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie, mengapresiasi kegiatan yang digelar Bright PLN Batam. Dinilai, kegiatan itu menjadi bagian dari kepedulian pihaknya terhadap lingkungan. ”Tanpa ada kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat takan mungkin Batam bisa dibangun seperti ini,” bebernya.

Ia juga mengaku miris dengan mulai pudarnya budaya goro di tengah lingkungan masyarakat. Saat ini, katanya, Goro sudah beralih ke media sosial. ”Sekarang banyak Goro bicara, kerjanya komen saja di medsos. Hanya bicara Goro, tapi tak mau bergerak,” ungkapnya.

Melalui acara tersebut, ia mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya kegiata Goro. ”Semangat dan niat iklas kita Goro,” ujarnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here