Buaya di Mini Zoo Dipindahkan ke Lagoi

0
547
KADISPERKIM Bintan Herry Wahyu dan petugas mini zoo Kijang menyerahkan burung kaka tua kepada Deky Kasi Konservasi wilayah II BB-KSDA Riau, Senin (17/9).f-yendi/tanjungpinang pos

KIJANG – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB-KSDA) wilayah II Riau memindahkan sejumlah jenis hewan satwa langka yang berada di mini zoo Kijang, Bintan Timur ke taman safari Lagoi. Tahap awal, beberapa ekor burung langka seperti kaka tua dan buaya dipindahkan, Senin (17/9) kemarin.

Pemindahan hewan satwa langka yang menjadi objek kunjungan wisatawan ke mini zoo Kijang ini, berdasarkan aturan yang berlaku. Untuk perlindungan satwa langka diatur sesuai Undang Undang nomor 5/1999 tentang konservasi SDA dan ekosistem, PP nomor 7/1999 tentang perlindungan satwa liar dan tumbuhan, PP nomor 8/1999 tentang pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, serta Permen LH dan Kehutanan RI nomor 20/2018 turunan dari PP nomor 7/199.

”Dalam aturan tersebut, satwa langka di Indonesia harus dilindungi. Kemudian, dalam melindungi ini, ada kelembagaannya yang diatur dalam Permen Kehutanan nomor 31/2012 tentang lembaga konservasi,” jelas Deky Indra Prasetyo, Kasi Konservasi wilayah II BB-KSDA Riau, saat serah terima hewan satwa langka, dengan Kepala Disperkim Bintan Herry Wahyu, di mini zoo Kijang, Senin (17/9) kemarin.

Baca Juga :  Tim Pengawas Pantai Trikora Banjir Pujian

Untuk kelembagaan konservasi, Deky menerangkan, untuk mini zoo Kijang belum memenuhi syarat, baik luas maupun perizinannya. Karena, mini zoo Kijang yang didirikan sekitar tahun 2011 lalu, masih dalam proses perizinan.

”Kalau izin ada, dan memenuhi ketentuan lainnya, bisa saja hewan langka di tempatkan di sini. Tapi, mini zoo Kijang ini lebih cenderung dijadikan taman satwa khusus,” sarannya.

Kepala Disperkim Bintan Herry Wahyu membenarkan, sampai saat ini mini zoo Kijang masih dalam proses perizinan. Kemudian, status kepemilikan lahan belum clear. Masih milik Antam dan empat orang warga.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Melaut Rugi, Tak Melaut Pun Rugi

”Ini yang menjadi kendala kita. Kemudian, dalam konservasi satwa langka itu, ada ketentuan luas dan jenis satwa yang boleh dikonservasikan. Untuk mini zoo Kijang, akan kita bikin kajian pada APBD perubahan 2018 ini,” jelas Herry.

Justru itu, lanjut Herry Wahyu, satwa langka di mini zoo ini, dipindahkan secara bertahap ke taman safari Lagoi seluas 100 hektare itu. Satwa yang dipindahkan ini antara lain jenis burung langka seperti kaka tua, buaya, beruang, orang utan, rusa, kukang dan beberapa jenis lainnya.

”Nah, untuk burung merak, ini tidak. Karena bukan masuk merak asli Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Kominda Bubar, Pemkab Bintan Mengandalkan FKDM

Meski banyak satwa yang dipindahkan ke taman safari Lagoi, Herry Wahyu mengungkapkan, pihak BRC Lagoi akan mendatangkan hewan-hewan peliharaan yang unik di Lagoi, untuk dipindahkan ke mini zoo Kijang.

”Kemudian, beberapa satwa langka yang ada di mini zoo ini, kita minta dipindahkan akhir tahun. Atau setelah selesai kajian kami. Pemindahannya bertahap la,” ujar Herry Wahyu.

Ginting perwakilan taman safari Lagoi mengatakan, hewan satwa langka yang dipindahkan dari mini zoo ke Lagoi, akan dilepas di hamparan lahan seluas 100 hektare. Namun, akan dikontrol. (fre/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here