Budaya Memakai Tanjak di Hari Jumat Mulai Luntur

0
310
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raja Kholidin saat itu, memasangkan tanjak kepada salah satu tamu pemerintahan saat berkunjung ke Tanjungpinang.F-dok/tanjugnpinang pos

TANJUNGPINANG – Hampir tidak kelihatan lagi, seluruh pegawai maupun honorer di lingkungan Pemko Tanjungpinang, mengenakan tanjak. Sebelumnya setiap hari Jumat, seluruh ASN tampak mengenakan tanjak yang dipadukan dengan pakaian muslim.

Sebelumnya tradisi bertanjak ini, sudah diatur ketika Lis Darmansyah masih memimpin Kota Tanjungpinang. Bahkan saat itu, Lis sempat mewajibkan seluruh pegawai dan honorer yang bekerja di Pemko Tanjungpinang untuk membudayakan pemakaian tanjak.

Namun, sejak berganti kepemimpinan, tradisi bertanjak mulai luntur, dan tidak wajib digunakan ketika hari Jumat.

Baca Juga :  319 TNI dan PNS Tes Urine

Budaya memakai tanjak ini, kata dia, bertujuan untuk mempromosikan budaya lokal khususnya Melayu.

Bahkan, saat itu, tradisi bertanjak akan dibuat seragam dan satu bentuk, namun apakah di era Syahrul-Rahma, tradisi bertanjak masih tetap menjadi kewajiban bagi ASN dilingkungan Pemko Tanjungpinang?

Disinggung terkait tradisi bertanjak yang mulai luntur, Lurah Tanjungpinang Barat Gilang menuturkan di lingkungan tempat dia bekerja, hampir seluruh pegawai masih ada yang mengenakan tanjak sebagai tradisi hari Jumat.

Namun, Jumat lalu dia sendiri mengakui, bahwa tidak semua ASN maupun honorer yang bekerja menggunakan tanjak. Bahkan ada yang mulai mengenakan songkok/peci sebagai seragam yang diselaraskan dengan baju muslim.

Baca Juga :  Pemkab Lingga Tidak Menerima P3K

”Ada yang pakai, ada yang tetap mengenakan songkok,” ujar Gilang.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menyampaikan bahwa tradisi bertanjak ini sudah dicanangkan Pemko Tanjungpinang sejak pemerintahan yang lalu. Diakuinya, memang masih ada pejabat di lingkungannya yang mengenakan tanjak sebagai seragam wajib di hari Jumat, namun ada juga yang mengenakan songkok.

”Ya saya menilai selagi belum ada ketentuan dan aturan yang mengantur, ya silahkan saja. Jangan sekali dipakai, besok tidak,” sebutnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here