BUMD Akan Urus Beras Murah

0
410
Sembako murah: Wako Rudi menyerahkan beras murah ke warga Bulang, belum lama ini. f-istimewa/humas pemko batam

BATAM – BUMD Batam dalam hal ini PT Pembangunan Kota Batam, direncanakan mengurus pengadaan dan distribusi beras murah warga. Lebih lanjut terkait dengan rencana itu, akan dibicarakan dengan BUMD Batam. Sehingga keberadaan BUMD lebih terasa dimasyarakat.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Minggu (12/11) di Batam mengakui rencana itu. Pernyataan itu merespon rekomendasi DPRD Batam atas rencana APBD Batam, yang menyorot kinerja BUMD selama ini. ”Mungkin tahun depan bisa kita gunakan BUMD untuk beras murah. Kita sudah ada rencana itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Fraksi PDIP, DPRD Batam menyorot kinerja BUMD yang memilih bisnis gas. Gas yang ditangani BUMD kemudian dijual ke PLN, sehingga memperpanjang rantai jual beli gas untuk PLN Batam. Memperpanjang rantai distribusi gas, menyebabkan biaya atau harga gas naik sampai di PLN. Sementara keberadaan BUMD dinilai, harus lebih bermanfaat untuk masyarakat umum.

”Harus jelas orientasi BUMD Batam, untuk membantu warga. Harusnya bisa bergerak dipangan dari daerah lai, bisa di distribusi beras murah. Daripada Pemko bekerjasama dengan pihak swasta, menambah beban Pemko. Karena swasta pasti mengambil untung juga,” saran anggota DPRD Batam, Udin P Sihaloho.

Disarankan juga agar dilakukan penyehatan dan efensiensi baik dibidang manajemen dan struktur organisasi. Mendesak Pemko untuk menyelamatkan modal dan aset daerah di pelabuhan dan BUMD. ”BUMD tidak memberikan untuk signifikan dan dampaknya tidak dirasakan masyarakat, kenapa dipertahankan,” cetusnya.

Tahun 2018 mendatang, Pemko Batam akan menggelar pasar murah untuk sembako, dengan anggaran Rp7,6 miliar. Menurut Wako Batam, HM Rudi, pengadaan sembako murah yang dilaksanakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dimana, kegiatan operasi pasar kebutuhan pokok bazar sembako murah pemerintah kota Batam, sebesar Rp7.663.269.974 untuk 128.000 paket sembako, yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

”Di mana harga perpaket berkisar seratus ribuan yang akan disubsidi oleh Pemerintah Kota Batam sebesar lima puluh ribuan dan uang tebusan masyarakat sebesar lima puluh ribu diterima langsung oleh rekanan,” kata Rudi.

Hasil penjualan sembako sistem subsidi pemerintah Kota Batam, melalui penganggaran di APBD itu, tidak masuk ke kas daerah lagi, tapi jadi hak rekanan Pemko, sebagai pengembalian modal swasta. Sementara Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengaku mendapat laporan dari anggota Komisi II, usai paripurna terkait perubahan jumlah paket Sembako.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here