BUMD Diminta Kelola Pelabuhan Sri Payung Batu 6

0
718
Para buruh bongkar muat di Pelabuhan Sri Payung Batu 6 menunggu muatan.f-adly/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Hasil bisnis yang di kelola Badan Usaha Milik Daerah atau PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) belum begitu signifikan memberikan sumbangsih ke kas daerah Tanjungpinang.

Kehadiran BUMD malah membebani APBD. Bisnis yang dikelola BUMD Tanjungpinang, mulai sewa kios-kios di Pasar Baru, Pasar Bintancenter. BUMD juga mengelola pas Pelabuhan Sribintan Pura bekerjasama dengan PT Pelindon Cabang Tanjungpinang.

Tercatat, sejak 2017 lalu, BUMD baru memberikan deviden atau bagi hasil dari keuntungan pengelolaan pas pelabuhan senilai Rp200 juta. Padahal dari DBH yang diterima dari PT Pelindo Tanjungpinang dari pas masuk SBP diperkirakan Rp2,9 miliar per tahun. Dengan estimasi Rp230 juta sampai Rp240 juta per bulan.

Baca Juga :  10 Bulan, 17 Perkara Korupsi Disidangkan

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, M Arif menyarankan bisnis yang dikelola PT TMB harus terus dikembangkan. Banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan di depan mata.

Menurutnya, BUMD tidak bisa puas atau merasa cukup dengan bisnis yang dikelola saat ini, harus ditambah dengan penerima DBH dari PT Pelindo.

Ia mencotohkan, salah satu pemasukan yang dapat digarap yaitu pengelolaan parkir di Pelabuhan SBP maupun Bandara RHF Tanjungpinang. ”Pengelolaannya harus profesional, menyiapkan sistem dan alat yang memadai. Mengikuti standar yang ditetapkan pula. Ini perlu modal dan kalau mampu bisa saja dijalankan dan kita akan bahas,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Baca Juga :  200 Biksu Keliling Bawa Patta

Selain itu, menerima DBH dari labuh jangkar di Pelabuhan SBP dan Sri Payung Batu 6. Di sana banyak kapal yang bersandar, jika ini di bahas tak menutup kemungkinan memberikan pendapatan baru ke PT TMB.

”Kita desak BUMD bisa bermitra lagi dengan Pelindo mengelola Pelabuhan Batu 6,” bebernya.

Menurutnya, selain pengelolaan bisnis yang ada sekarang, yaitu sewa kios, lapak, meja di pasar Bintan Center, Pasar Kota Lama, Potong Lembu, Melayu Square serta vidiotrone. ”Bisnis dari beberapa pengelolaan sewa ini juga harus terus ditingkatkan, dengan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa,” paparnya.

Baca Juga :  Tanjungpinang Menuju Kota Pusaka

Sambungnya, BUMD perlu perlu terus memperluas dan mengembangkan peluang bisnis yang ada di Tanjungpinang. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here