Bupati Cabut Status Darurat Bencana

0
302
BUPATI Anambas Abdul Haris SH foto bersama unsur Muspika, OPD, DPRD anggota Tagana setelah mencabut status darurat bencana. F-ISTIMEWA

Bupati Anambas Abdul Haris SH secara resmi mencabut status darurat bencana, sekaligus menutup resmi Posko Tanggap Bencana Kabupaten yang berada di Halaman Mako Lanal Tarempa, Senin (5/2).

ANAMBAS – Seperti diketahui pada tanggal (11/1) hingga (14/1) silam terjadi bencana banjir, dan longsor di Anambas baik itu di Kecamatan Jemaja, Jemaja Timur Palmatak dan Siantan. Selain merenggut rumah harta benda, bencana tersebut juga merenggut dua korban jiwa di Kecamatan Siantan.

”Pada bulan Januari terjadi musibah bukan hanya di Kecamatan Siantan, namun Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja, Jemaja Timur juga terjadi musibah bukan hanya harta namun korban jiwa tak terhindarkan,” kata Haris.

Haris mengapresiasi kepedulian masyarakat yang sangat luar biasa, dalam membantu yang tertimpa musibah. Sehingga, dapat terbantu korban bencana dan terasa manfaatnya bagi warga yang menerimanya.

”Tanpa dikomandoi masyarakat membantu baik itu masyarakat dari dalam maupun luar Anambas berpartisipasi, LSM, Ormas, OKP, TNI/Polri, semuanya sangat luar biasa bahu membahu meringankan beban yang tertimpa musibah,” ujar Haris.

Hal semacam ini, lanjut Haris kebersamaan, gotong royong tidak didapatkan di kabupaten/kota lain. ”Mari ambil hikmahnya karena apa yang terjadi kehendak yang Maha kuasa. Semoga segenap pihak yang membantu dalam meringankan beban saudara yang tertimpa musibah, mendapatkan ganjaran yang setimpal,” ucapnya.

Sementara itu, Eko Desi Komandan Tanggap Darurat Bencana mengatakan kerusakan yang di timbulkan dalam musibah tersebut cukup luar biasa.

Tercatat, sebanyak 29 rumah masyarakat rusat dua rumah terbawa Arus, 5 unit rumah rusak sisanya rusak sedang dan parah. Selain itu, 1.800 KK terpaksa mengungsi akibat kejadian itu.

”Saat kejadian kita langsung mengevaluasi warga, mendirikan dapur umum, menyalurkan bantuan bencana dan lainnya,” urainya.

Pihaknya pun menyebutkan, sejumlah Ormas serta masyarakat yang memberikan bantuan kepada korban bencana sehingga dapar terbantu.

”Saya tidak dapat menyebutkan satu per satu yang memberikan bantuan, namun semoga Allah membalas apa yang telah diberikan,” tukasnya.

Helin dan Perkumpulan Warga Tionghua mengatakan, apa yang terjadi ini merupakan pelajaran berharga agar sama-sama sadar akan menjaga kebersihan.

”Kita minta perhatian pemerintah untuk menata kembali kota dan membuat gorong-gorong agar sirkulasi air dapat berjalan lancar,” imbuhnya.

Saat itu, Haris memberikan piagam kepada segenap pihak yang membantu.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here