Bupati Mewanti-wanti Kenaikan Harga

0
789
TINJAU pasar: Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama Kadis ketahanan Pangan Khairul meninjau harga sayur dan cabai, di pasar kecamatan, belum lama ini.F-ISTIMEWA

Jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi mewanti-wanti kenaikan harga pokok, kepada Dinas Ketahanan Pangan Bintan, menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Selain cuaca, tingkat konsumsi masyarakat biasanya meningkat menjelang tahun baru ini.

”Kita sudah mewanti-wanti jauh hari, agar harga bahan pokok tidak naik. Namun, ada beberapa komoditas yang naik, saat meninjau pasar, pada November lalu. Nah, untuk Desember ini, jangan ada gejolak harga di pasar lagi,” kata H Apri Sujadi, saat memberikan keterangan kepada Tanjungpinang Pos, Senin (11/12) pagi kemarin.

Menurutnya, kenaikan harga beberapa bahan pokok pada November lalu, disebabkan karena faktor cuaca. Sehingga, pasokan barang dari Tanjungpinang ke beberapa kecamatan di Bintan, terbatas. Kemudian, harga yang dijual distributor kepada pedagang, mengalami kenaikan. Sehingga, pedagang di pasar kecamatan, juga menaikan harga saat menjual kepada warga selaku konsumen.

Baca Juga :  Lima Casekda Berkeringat Buat Makalah

Kemudian, tingkat konsumsi menjelang akhir tahun, biasanya cenderung naik. Beberapa komoditas seperti gula, beras, ikan, cabai, bawang dan minyak juga cenderung naik, akibat permintaan pasar yang tinggi.

Justru itu, Bupati Bintan menginstruksikan kepada Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindagkop Bintan terus melakukan pantauan di pasar rakyat.

”Tujuannya agar harga bahan pokok tetap stabil. Kemudian, stok bahan pangan harus tersedia. Jangan sampai kurang. Jika ada pedagang maupun pihak tertentu yang memainkan harga, seret ke ranah hukum,” demikian ditegaskan H Apri Sujadi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul menyampaikan, menjelang Natal dan Tahun Baru, harga beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga. Harga bahan pokok sempat naik cukup signifikan pada November lalu. Seperti ikan teri (bilis), mengalami kenaikan berkisar Rp 10 ribu. Pada Oktober lalu, harga masih berkisar Rp 90 ribu, naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram pada bulan November.

Baca Juga :  Warga Antusias Ingin Lihat Zaskia Gotik Bergoyang

Sedangkan bawang putih, sebelumnya sempat naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram, saat ini sudah berkisar Rp 20 ribu per kilogram. Kenaikan harga yang sangat signifikan itu terjadi pada cabai rawit dan cabai merah. Namun, sekarang sudah mulai normal kembali. Sedangkan sayur-mayur sempat mengalami kenaikan harga, mencapai Rp 2 ribu per kilogram.

Untuk ketersediaan stok pangan di Kabupaten Bintan, lanjut Khairul, sampai akhir Desember 2017 ini, masih aman. Akhir November lalu, stok beras yang tersedia 4.985,61 ton. Tingkat kebutuhan konsumsi beras di Bintan, berkisar 1.455,561 ton per bulan. Seedangkan stok gula sampai akhir November lalu, masih tersedia 931,474 ton dengan tingkat kebutuhan konsumsi 189,387 ton per bulan. Untuk ketersediaan daging sapi, diperkirakan sekitar 27,916 ton, dengan tingkat kebutuhan konsumsi mencapai 18,614 ton per bulan.

Baca Juga :  Sumber Air Estuari Dam Busung Belum Ditetapkan

”Sampai akhir Desember 2017, stok pangan di Bintan itu aman. Namun demikina, Satgas pangan Kabupaten Bintan akan terus memantau ketersediaan dan harga bahan pokok. Mulai dari level penjual, distributor sampai ke tingkat pelaku usaha,” jelas Khairul. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here