Buruh dan Perusahaan Belum Sepakat

0
460
KARYAWAN PT Unisem Batam mogok kerja menuntut dana pesangon yang belum sepakat antarkaryawan dengan perusahaan.f-martua /tanjungpinang pos
Aksi mogok kerja yang digelar semua karyawan atau buruh perusahaan Unisem, masih berlangsung sampai saat ini.

BATAM – Aksi mogok itu diakui akan berjalan sampai tuntutan mereka dipenuhi, uang PHK 4N atau setidaknya 2N. Atas itu, pihak Batamindo sebagai pengelola kawasan industri di sana, menyarankan manajemen terbuka.

Melalui Tunas Karya sebagai HR Konsultan Kawasan Batamindo, Binahar Siagian, Selasa (16/7) mengatakan jika pihak perusahaan Unisem, harus membuktikan klaimnya. Jika manajemen hanya bersedia membayar 1N karena alasan merugi, maka harus dibuktikan rugi melalui bukti audit independen.

Baca Juga :  Kadin Minta Agar BP Batam Dibubarkan

”Bisa saja mereka mengatakan rugi. Tapi harus dibutikan. Itu sudah diatur dalam UU nomor 13 pasal 164 ayat 1. Pihak manajemen harus terbuka,” tegasnya.

Disebutkan, sampai saat ini pihak perusahaan, belum memberikan keterangan resmi apapun, secara terbuka. Walau disebutkan Apindo Kepri, jika manajemen perusahaan sudah menyiapkan dana Rp200 miliar untuk uang PHK. Namun, harus ada keterbukaan, termasuk hasil keuntungan dan kerugian perusahaan.

”Kalo ada negosiasi, harus terbuka. Kalau mereka menyatakan hal itu (rugi), tentu harus dibunyikan dengan audit publik yang independen. Bukan dari perusahaan atau serikat pekerja,” sambun dia.

Baca Juga :  Harga Ayam dan Telur Ayam Meroket

Binahar sendiri mengaku, pihaknya kaget dengan pengumuman manajemen akan stop operasi 30 September. Informasi yang mereka dengar, perusahaan rugi selama dua tahun berturut-turut.

”Kalau ada bukti dari audit dan benar, maka serikat harus mengerti proses yang berlaku. Dan pintu negosiasi harus terbuka. Tapi harus jelas dan terbuka. Kalau terbuka kami dari pihak kawasan menyarankan agar aksi (mogok) dibatalkan. Lebih baik dibicarakan,” janjinya.

Dalam memperjelas nasib perusahaan dan karyawan, diminta agar Disnaker Batam juga lebih proaktif bergerak. Diminta agar Disnaker membantu dengan mediasi secara langsung antara perusahaan dengan karyawan.

Baca Juga :  Kapal Asing Buang Limbah Ditangkap

”Disnaker harus memediasi, sesuai UU No 13 tahun 2003. Kami tetap memonitor agar apa yg terjadi di Unisem tetap kondusif dan aman bagi investasi di kawasan Batamindo,” imbuh dia.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here