Buruh Tolak Tarif Listrik Batam

0
645
Aspirasi: Buruh Batam saat menyampakan aspirasi dalam memperingati hari buruh di Batam diterima Wali Kota Rudi serta Wawako Amsakar Achmad F-/TANJUNGPINANG POS

Pekerja Peringati May Day

BATAM – Peringatan Hari Buruh Sedunia alias May Day, ribuan buruh di Batam menggelar kegiatan di Engku Putri, Batam Centre, Senin (1/5) kemarin.

Dua kelompok buruh dari berbagai elemen menggelar kegiatan yang berbeda. Dimana, SBSI membuat panggung dengan undian untuk buruh dari elemennya. Sementara SPMI menggelar aksi demo.

Walau kedua elemen buruh itu menggelar aksi di jalur jalan yang sama, namun titik kegiatannya berbeda. SBSI menggelar aksi tepatnya di samping kantor Wali Kota Batam dan SPMI menggelar aksi demo di depan kantor Wali Kota Batam.

Kehadiran buruh di Engku Putri diawali buruh dari SBSI yang sebelumnya sudah mendirikan panggung. Ratusan aktivis buruh berkumpul dan melakukan jalan sehat dalam rangka hari buruh.

Hadir Wali Kota Batam, HM Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Hadi juga Kadisnaker Batam, Rudi Syakakirti dan Kadisnaker Kepri, Tagor Napitupulu. Di atas panggung, terlihat sejumlah hadiah doorprize yang disiapkan untuk buruh. Diantaranya, ada sepeda motor, sepeda santai, televisi, jam tangan dan lainnya.

Baca Juga :  Suami Bikin Peti, Istri Bikin Nisan

Pada kesempatan itu, buruh dari SBSI juga menyampaikan tuntutan. Diantaranya terkait dengan upah minimum sektoral (UMS) yang dikemas dalam petisi buruh. Petisi itu disampaikan kepada Rudi.

Tidak berselang, sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan buruh dari SPMI dan SPSI LEM, tiba di depan kantor Wali Kota. Mereka memilih untuk menggelar orasi. Mereka juga menuntut agar UMS ditetapkan. Mereka juga menuntut agar dilakukan penghapusan outsourcing. Tolak outsourcing, karena keberadaannya dinilai tidak membantu buruh, malah mempersulit buruh.

”Harusnya pemerintah mengeluarkan diskresi. Jangan biarkan buruh jauh dari kesejahteraan. Buruh harus berjuang untuk nasibnya. Kalau (buruh) Tanjunguncang tidak berani berjuang, besok jangan lupa, pakai daster saja mulai besok,” teriak koordinator aksi SPMI, Suprapto.

Mereka juga menilai pemerintah tidak mampu melawan pengusaha, sehingga bisa melaksanakan UMS. Buruh juga membawa isu tarif listrik Batam.

Baca Juga :  Pemutihan Denda Pajak Harus Dilakukan

Mereka menolak tarif yang dinilai terlalu berat. Dimana, saat tahun berjalan dan upah naik sedikit, tarif listrik malah sampai 40 persen lebih. Wako Batam, HM Rudi terkait aksi buruh itu memberikan apresiasi baik buruh yang memilih menggelar panggung atau melakukan aksi demo.

”Apa yang disampaikan buruh, kita apresiasi. Keberadaan buruh bagian dari sejarah Batam,” katanya.

Rudi mengaku berterimakasih dengan acara yang dilakukan. Pasalnya, buruh mampu menunjukkan eksistensi mereka. Termasuk untuk buruh yang tidak menggelar demo.

”Apalagi kita tahu ekonomi kita sedang turun 4,13 persen,” jelasnya.
Diminta agar pimpinan federasi serikat pekerja untuk pro aktif memperjuangkan hak-hak buruh. Namun harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

”Ketua federasi harus maju ke depan. Jangan hanya demo saja. Kalau boleh dalam setiap rapat buruh, kami dilibatkan. Tak perlu undangan, cukup SMS saja. Percayalah saya akan datang,” katanya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menambahkan, terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, memangkas beberapa kewenangan di kota dan diberikan kepada provinsi. Demikian, dinilai perlu sinergitas bersama antara pemerintah daerah.

Baca Juga :  Siswa Doakan 1.000 Botol Air

”Selamat hari buruh, hidup buruh. Kita berjuang bersama dan sama-sama menjaga Batam tetap kondusif,” harap Amsakar.

Sementara Kadisnaker Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, terkait dengan tuntuan buruh dari SPMI atas PP 78, pihaknya hanya memfasilitasi menyampaikan ke pusat.

Pihaknya menunggu respon pemerintah pusat. Sementara untuk UMS, diakui masih ada perbedaan antara buruh dan pengusaha. Dimana, ada empat poin yang masih pembicaraan. UMS di sektor shypiard, kimia, alat berat, perbankan dan elektronik.

”Butuh minta kenaikan 5 persen UMS, dan disetujui pengusaha. Tapi ada yang perlu direvisi,” jelasnya tanpa menjelaskan poin dimaksud. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here