Cabang Layar Masih Andalan Kepri

0
611
PELATIH layar Kepri Weng Samsi melihat atletnya saat latihan di perairan Nongsa, Batam.

Target 15 Besar di PON Papua 2021

Cabang layar masih menjadi andalan kontingen Provinsi Kepri di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021, di Provinsi Papua.

BATAM – PON Papua mestinya digelar Oktober 2020, ditunda ke Oktober 2021 karena pandemi Covid-19. Cabang layar sendiri diberi target enam medali emas. Lokasi pertandingan layar di PON Papua nanti berada di perairan kawasan Lantamal Jaya Pura.

Di PON XIX Jawa Barat 2014 lalu, layar menyumbangkan 5 medali emas dan 2 perunggu. PON XVIII/ 2012 Riau, cabang layar raih 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. PON yang pertama kalinya Kepri ikut, yakni PON Kalimantan Timur (Kaltim) 2008, layar sumbangkan 2 emas dan 2 perak.

Ketua KONI Kepri Usep menjelaskan melihat perkembangan prestasi atlet layar, tidak salah kalau KONI memberikan target 6 atau 7 medali emas di PON Papua nanti.

Baca Juga :  Hari Ini, Asprov Seleksi Tim Porwil

”Layar masih andalah kita. Yang lolos PON banyak yang diikuti perorangan, kita harapkan masuk 15 besar dari 34 provinsi. PON Jawa Barat Kepri masuk 16 besar,” kata Usep, saat dihubungi kemarin.

PON mendatang, kontingen Provinsi Kepri hanya akan mengikuti 11 cabang olahraga (cabor) dari 38 cabor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, di Provinsi Papua. Cabor yang tidak lolos, mereka gagal meraih tiket PON di Pra PON lalu.

Dari 11 cabang olahraga tersebut akan diikuti sebanyak 54 atlet dan 23 pelatih. ”Ini menjadi kendala kita, PON diundur September 2021. Batas umur atlet tetap mengikuti aturan yang berlaku kalau PON digelar tahun ini,” ujarnya. Cabang lainnya peluang meraih medali, cabang menembak yang sedang dilatih oleh tim Marinir di Tanjungpinang.

Baca Juga :  PSTS Data Pemain Muda

Ditambah cabang sepak takraw, karena Pra PON meraih medali perunggu. Ditambah, ada beberapa atlet sepak takraw Kepri memperkuat timnas di SEAG Games lalu.

”Cabang lainnya juga peluang meraih medali, seperti cabang futsal, tinju dan olahraga beladiri lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Layar Weng Samsi, menyatakan apa dasarnya, KONI memberikan target layar untuk meraih enam emas. Sambung dia, atlet yang diturunkan masih muka-muka lama seperti Maznun, Tirta Kencana, Ahmad Zaindudin, Mariyanti, Andini Setyaningrum, M Ramlan, Ramadhan Tito, Martha Puspita dan Samsuardi.

”Emang untuk meraih medali emas gratis. Emang atlet tidak butuh bensin untuk latihan di laut. Emang atlet tak butuh vitamin untuk meningkatkan staminanya. Mana uang pembinaanya,” ujarnya.

Kata dia, mestinya KONI Kepri berkacamata dengan KONI daerah lainnya. Meskipun pandemi Covid, mereka sudah melakukan pelatihan daerah (pelatda) penuh. Di Kepri sendiri belum dilakukan hal itu.

Baca Juga :  Bukan Juara, Tapi Membutuhkan Berlatih Teknik yang Benar

”Biaya Pelatda saja tak ada, bagaimana mau meraih medali emas,” ujarnya.

Weng Samsi yang sudah berjasa membawa atlet layar Kepri meraih medali emas, mulai PON pertama kalinya Kepri ikut PON, yakni PON Kaltim 2008, PON Riau 2012 dan PON Jawa Barat 2014, lalu.

”Oktober ini saya tetap akan ke Papua untuk melihat cuaca di lokasi pertandingan layar,” ujarnya.

Karena cuaca di Oktober 2020 dengan Oktober 2021 tidak jauh berbeda.

”Ini teknis pelatih, tapi kalau tidak ada anggaran KONI Kepri untuk keberangkatan kami, ya jangan harapkan medali emas dari layar,” ujarnya. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here