Daerah Kaya, Warganya Miskin

0
1303
Permukiman di pulau: Permukiman masyarakat di salah satu pulau terluar di Kepri.f-dokumen/tanjungpinang pos

Mbs Anggota Dprd dan pejabat daerah jangan duduk manis saja. Anda digaji dari uang rakyat utk mengawasi pemerintah yg melayani rakyat. apakah Anda sudah tahu banyak warga yg sakit sulit mendapatkan pelayanan kesehatan apalagi di pulau-pulau. Ironis sekali daerah penghasil minyak dan gas dan kekayaan alam lautnya, namun warganya sakit sengsara utk mendapatkan pengobatan. masih banyak rumah yang tdiak layak huni namun amsih ditempati karena terpaksa. Makin banyak pengangguran. .
+6281314992494

Data Ulang Warga Miskin
Met sukses tanjung pinang pos. pembagian raskin kok pakai data lama. Data orang miskin sekarang makin banyak. kalau data lama kadang orgnya udah mulai mampu, tapi tidak sedikit juga orang yang dulu mampu kisi jatuh miskin. Ayo perbanyak program mengtatasi kemiskinan. Alangkah baiknya setiap tahun didata kembali warga mana yg gak mampu. Mohon aparat data kembali. Warga miskin makin banyak. Sebenarnya berapa banyak jumlah warga yang miskin macam kami ini?
+6281281394163

TANGGAPAN:
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri menunjukkan, angka penduduk miskin di Triwulan III (September) tahun 2017 naik dibandingkan Triwulan I (Maret).

Jumlah penduduk miskin (Penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) yang ada di Kepri sampai pada September 2017 lalu jumlahnya mencapai 128.430 ribu atau (6,13 persen) dari total penduduk Provinsi Kepri.

Agka kemiskinan di Kepri ini naik 3.060 orang dibandingkan Maret 2017 sebanyak 127.370 orang (6,06 persen). Yang kena imbas pertumbuhan penduduk ini adalah masyarakat yang tinggal di kota. Salah satu banyaknya warga yang jatuh miskin karena banyaknya industri yang tutup hingga membuat angka pengangguran meningkat.

Pada periode Maret-September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan di Kepri naik sebanyak 5.280 orang. Sebelumnya, penduduk miskin di kota ada 91.490 orang dan sejak September 2017 jumlahnya sudah mencapai 96.770 orang.

Baca Juga :  Berapa Harga Air SWRO?

Sedangkan penduduk miskin yang tinggal di pedesaan turun sebanyak 2.220 orang dari sebelumnya 33.880 orang pada bulan Maret 2017 menjadi 31.660 orang pada September 2017.

Dilihat dari persentase angka kemiskinan pedesaan dan perkotaan Maret 2017 naik dari 5,2 persen menjadi 5,39 persen pada September 2017. Sementara persentase penduduk miskin di pedesaan Maret 2017 atau 10,92 persen turun menjadi 10,49 persen pada September 2017.

Peranan komoditi makanan terhadap haris kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Adapun angka kemiskinan di Kepri 2010-2017 mengalami fluktuatif baik dari sisi jumlah maupun persentasenya. Maret 2010 warga miskin di Kepri 129.700 orang (8,05 persen). Maret 2011 sebanyak 119.800 orang (6,9 persen).

Maret 2012 sebanyak 127.400 orang (7,11 persen). Maret 2013 sebanyak 119.300 orang (6,46 persen). Maret 2014 sebanyak 127.800 orang (6,7 persen). Maret 2015 sebanyak 122.400 orang (6,24 persen). Maret 2016 sebanyak 120.400 orang (5,98 persen) dan Maret 2017 sebanyak 125.400 orang (6,06 persen).

Sedangkan September 2010 sebanyak 128.300 orang (7,4 persen). September 2011 sebanyak 119.800 orang (6,79 persen). September 2012 sebanyak 124.200 orang (6,93 persen). September 2013 sebanyak 119.100 orang (6,46 persen).

September 2014 sebanyak 124.200 orang (6,4 persen). September 2015 sebanyak 114.800 orang (5,78 persen). September 2016 sebanyak 119.100 orang (5,84 persen) dan September 2017 sebanyak 128.400 orang (6,13 persen).

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK) yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), bahwa peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.

Komoditi makanan yang menyumbang angka kemiskinan di Kepri yakni, beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, kue kering/biskuit, susu bubuk, gula pasir. Tongkol, tuna, cakalang, kue basah, roti, cabai merah dan lainnya.

Baca Juga :  Jalan Wacopek Masih Gelap Gulita

Komoditi non makanan yang menyumbang angka kemiskinan di Kepri adalah, perumahan, listrik, bensin, pendidikan, perlengkapan mandi, pakaian jadi anak-anak, angkutan dan lainnya.

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan itu.

Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan pengentasan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Periode Maret 2017-Setember 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kepri mengalami kenaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan Maret 2017 adalah 0,971 pada September 2017 mengalami kenaikan menjadi 1,183. (mas/ais)

Panusunan Siregar
Kepala BPS Provinsi Kepri

TANGGAPAN:
Banyak hal yang bisa memulihkan ekonomi Kepri seperti pembangunan Jembatan Batam-Bintan, kemudian perlu diperbanyak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan masih banyak lagi.

Bank Indonesia Perwakilan Kepri merekomendasikan kepada pemangku jabatan penting di Kepri agar ekonomi di Kepri tumbuh di 2018 ini.

Rekomendasi-rekomendasi itu diyakini akan meningkatkan perekonomian Kepri sesuai arah kebijakan BI tahun ini. Salah satunya, pemulihan agar dapat tertransformasikan ke dalam pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri, saya mengusulkan proyek strategis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Seperti pembangunan Jembatan Batam Bintan, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan dan modernisasi dan sarana Bandara Hang Nadim. Selain itu, KEK di Kepri diusulkan di beberapa tempat.

Di antaranya KEK Tanjungsauh, Pulau Asam di Kabupaten Karimun dan yang sudah ada saat ini, KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan. BI akan terus ikut mendorong elektronifikasi di pelabuhan feri penumpang di Batam dan Tanjungpinang.

Bank Indonesia telah koordinasi dengan operator pelabuhan, yakni Badan Pengusahaan (BP) Batam, PT Pelindo I dan PT ASDP serta perbankan di wilayah kerja BI Kepri, terutama Bank Himbara yang memiliki alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) dan uang elektronik.

Baca Juga :  Sesuaikan Mata pelajaran Anak

BI Kepri telah melakukan pengembangan perluasan elektronifikasi transaksi non tunai di Pondok Pesantren Darul Falah yang berada di Batam.

Pengembangan itu diakui dilakukan dengan program pengembangan perluasan penerapan non tunai di lingkungan pondok pesantren.

BI Kepri diklaim telah berhasil memfasilitasi Pondok Pesantren Darul Falah untuk bekerja sama dengan BNI Syariah dalam melakukan kerja sama untuk mengubah transaksi pembayaran di lingkungan pondok pesantren dari tunai menjadi non tunai.

BNI Syariah telah memperoleh izin dari Bank Indonesia untuk melakuka co-branding antara Pondok Pesantren Darul Falah, BNI Syariah dan PT BNI (Persero).

BI Kepri juga telah melakukan pembukaan kas titipan di Tanjung Balai Karimun dan Natuna, dan saat ini sedang menjajaki kemungkinan pembukaan kas titipan di Anambas.

Selain itu, BI juga melakukan layanan kas keliling dalam kota maupun luar kota untuk menjamin dan meningkatkan kualitas uang rupiah yang beredar.

Untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan penukaran uang yang layak edar, kami telah meluncurkan aplikasi BI Santun. Saat ini, sudah ada 35 bank yang tergabung dalam aplikasi tersebut.

Saya prediksikan pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2018 tumbuh sekitar 4,2 sampai 4,6 persen. Melihat mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi global dan juga adanya harapan kerja sama pemerintah daerah sendiri.

Optimisme muncul karena pemulihan ekonomi global di 2018 akan mempengaruhi harga komoditas yang diperkirakan akan meningkat didorong peningkatan permintaan global. (mbb)

Gusti Raizal Eka Putra,
Kepala BI Kepri

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here