Data Ganda Capai 889 Orang

0
778
Warga saat mengurus administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang masih terkendala untuk membuat KTP-el sejumlah warga karena mengantongi data ganda. Jumlah data yang ganda mencapai 889 jiwa. Data ganda terjadi sejak tahun 2012 sampai 2017 lalu.

Hal ini diketahui di saat Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerima data kependudukan di selver dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan disosokkan dengan server dari daerah lain di seluruh Indonesia.

Setiap perekaman KTP elektronik (KTP-el), masyarakat memiliki NIK. Kalau dua kali melakukan perekaman, maka masyarakat memiliki dua Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jadi, data ganda berasal dari NIK yang sudah dimiliki masyarakat tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Zikir dan Rukiah Histeris

”Ini masalahnya. Sudah rekam, mengaku belum rekam dengan petugas. Ini akibatnya. Karena merasa ingin cepat, gini jadinya,” kata Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (6/2).

Kata Irianto, data ganda yang dimiliki Disdukcapil Kota Tanjungpinang sudah mulai berkurang dan kini hanya tinggal 889 jiwa, sebelumnya data ganda 889 jiwa mencapai 1.000 jiwa. ”Alhamdulillah, suah berkurangkan,” ucap.

Untuk mengurangi data ganda, saran mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang ini, masyarakat yang merasa memiliki data ganda segera melaporkan ke petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Supaya petugas Disdukcapil langsung memberikan solusi.

Baca Juga :  Kanker Serviks Bisa Diperiksa di Kampung KB

Solusi yang akan ditawarkan, masyarakat harus memilih salah satu NIK yang dimilikinya. Pilihan NIK ini dilampirkan dengan surat pernyataan dari masyarakat tersebut.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya langsung melaporkan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil atas laporan yang disampaikan masyarakat tersebut. Karena yang menghapus salah satu NIK yang dimiliki masyarakat, adalah Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. ”Bukan kita (Disdukcapil, red) yang menghapus NIK itu. Kita hanya sebatas melaporkan dan mengusulkan saja,” terang dia.

Baca Juga :  Kelurahan Kota Target Juara Umum

Mengetahui ada atau tidak terjadi data ganda, masyarakat bisa langsung ke Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Nanti, petugas Disdukcapil akan menyecek data yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. ”Kalau tidak terjadi data ganda dimiliki masyarakat itu, kita bisa langsung cetak KTP-el,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here