Defisit, Pemko Utang Rp 30 M ke Kontraktor

0
626
Amsakar Achmad

BATAM – Faktor defisit anggaran tahun 2017, membuat Pemko Batam kini harus menyediakan dana sekitar Rp100 miliar untuk membayar tunggakan ke kontraktor. Setelah dilakukan rasionalisasi anggaran kegiatan dan penundaan sejumlah kegiatan pegawai tahun 2018, diperoleh penghematan sekitar Rp70 miliar. Sisanya sekitar Rp30 miliar diharap bisa ditutupi dengan PAD dari BPHTB.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (17/1) di Batam, usai mengikuti rapat rasionalisasi anggaran, mengungkapkan hal itu.

”Menyikapi kewajiban kami terhadap mitra kerja yang masih terutang 100 miliar itu, kita ambil langkah, rasionalisasi anggaran pegawai. Selebihnya, sekitar Rp 30 miliar kekurangannya lagi, dapat ditutupi pendapatan BPHTB,” harapnya.

Baca Juga :  150 Turis Singapura Melancong ke Ngenang

Diharapkan, pada Februari dan Maret 2018 ini, pendapatan Pemko dari bea perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB). ”Ada 30-an miliar yang kurang dan akan di tambah (pembayaran) dari pendapatan bulan 2 dan 3. Harapan kita, ijin peralihan hak (IPH) ini terbuka, sehingga banyak pengurusan dan kenaikan pendapat pada BPHTB,” bebebrnya.

Dijelaskan, efisiensi di Pemko Batam terkait dengan belanja pegawai sesuai dengan arahan Wali Kota Batam, HM Rudi. Diantara yang ditunda belanjanya untuk menutupi pembayaran utang ke kontraktor tahun anggaran 2017, diantaranya pembuatan baju dinas.

”Pengadaan baju dinas dihold dan perjalanan dinas hanya 50 persen yang diakomodir. BBM hanya 30 persen ditolerir. Belanja alat kantor hanya 30 persen. Belanja yang tidak penting di hold dulu. Karena kita ingin membayar utang-utang kita dulu,” sambungnya.

Baca Juga :  20 CCTv Mulai Beroperasi Agustus

Disebutkan, dengan efisiensi dan penundaan belanja tahun ini untuk pegawai, dinilai bisa dipahami pegawai Pemko. ”Alhamdulillah dari SKPD tadi sudah memahami dan sepakat. Kalau ada masukan perbaikan, dilakukan hari ini. Hari Senin (efisiensi) sudah final. Sehingga setelah itu tidak ada lagi rasionalisasi anggaran,” tegas Amsakar.

Diharapkan juga, pendapatan dari dirasionalisasi anggaran itu, sudah diperoleh pada bulan kedua dan ketiga tahun ini. Dimana, Pemko sudah membuat pola anggaran yang tegas antara belanja publik 65 persen dengan anggaran belanja pegawai.

Baca Juga :  Ayo Hemat Air, Batam Butuh Kamu

”Sehingga kita bisa membayar utang ke pihak ketiga. Utang kita ke kontraktor yang membuat jalan, parit dan membangun sekolah. Dengan tunggangan pembayaran, sekitar 100 miliar,” ujar Amsakar.

Sekda sudah ditugaskan untuk membuat penjabaran penggunaan dana dari rasionalisasi anggaran. Setelah itu, baru pihak Pemko Batam akan menyampaikan ke DPRD Batam. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here