Dewan dan Satpol Hentikan Pembabatan Bakau

0
466
KETUA DPRD Bintan H Nesar Ahmad bersama Satpol PP dan warga meninjau dan menghentikan aktivitas penebangan bakau, di Desa Berakit, Senin kemarin. f-jendaras/tanjungpinang pos

TELUKSEBONG – Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad bersama Satpol PP Bintan menghentikan aktivitas pembabatan bakau, di wilayah RT07/RW04 Kampung Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (16/4) kemarin. Aktivitas itu dilakukan pekerja investor asal Singapura.

Saat tiba di lokasi, Nesar Ahmad sempat meradang. Karena, aktivitas pembabatan bakau di pinggir pantai itu sudah merusak bakau penahan ombak. Belasan pohon bakau berukuran besar sudah porak poranda. Ketua DPRD Bintan langsung meminta Satpol PP menghentikan aktivitas alat berat, serta memanggil pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.

”Saya dapat laporannya 4 pohon yang dibabat. Namun lihat saja sendiri, banyak ini yang dibabat pakai excavator,” kata Nesar dengan suara lantang.

Baca Juga :  Pekan Depan, Roro Berlayar ke Tambelan

Ia mengatakan, aktivitas pembabatan harus mengikuti mekanisme, dan wajib memiliki izin. Namun pihak pengelola kawasan hanya menunjukkan alas hak tanah. ”Saya mau ini berhenti, dan besok (hari ini, red) pihak-pihak ini ke kantor dewan, untuk hearing. Kalau melanggar, tindak tegas,” katanya.

Sukiyadi, PPNS Satpol PP Bintan langsung mendata dan memerintah alat berat keluar dari lokasi pembabatan bakau. Ia juga akan memeriksa penanggung jawab bernama Kadri atau biasa disebut Atan.

”Kami periksa segera, besok harus datang ke kantor untuk membuat pernyataan penghentian aktivitas, dan juga koordinasi dengan pihak kehutanan provinsi,” sebutnya.

Baca Juga :  Bintan Rugi Hampir Rp7,5 Miliar

Kadri alias Atan yang merupakan pihak penanggung jawab kegiatan penebangan bakau tersebut mengatakan, ia dipekerjakan oleh pemilik lahan bersama Azman, yang merupakan warga Tanjungpinang. ”Ya saya pekerja dan ada surat tanahnya. Saya tidak tahu harus ada izin-izin untuk memotong ini,” katanya sambil berkilah.

Kadri mengatakan, penebangan itu untuk ditimbun dan selanjutnya akan dibangun pondok-pondok wisata atau vila. ”Baru satu hari kami kerja, nanti ditimbun dan dirapikan paritnya,” ucapnya.

Muhammad Darussalam, warga sekitar yang diwawancarai mengaku sudah melihat aktivitas pembabatan bakau tersebut sudah berlangsung selama dua hari terakhir. ”Kalau saya lihat mereka ini babat bakau bersamaan dengan proyek pembangunan batu miring pemecah ombak. Jadi, orang lihatnya itu proyek pemerintah, padahal bukan,” sebutnya.

Baca Juga :  Cuma 500 Alat Rapid Test yang Dikirim ke Tambelan

Ia berharap aktivitas tersebut dihentikan untuk selamanya, dan bakau dipulihkan kembali. Sebelumnya, Kepala Desa Berakit, Adnan menjelaskan, alasan investor menebang bakau ini, karena beberapa batang bakau menghalangi akses menuju lokasi yang akan dijadikan kawasan wisata miliknya. Sehingga harus ditebang. Namun demikian, pihak pemerintah desa sudah melarang. Tapi, tidak direspon. (aan/fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here