Dewan Minta BPJS Kesehatan Segera Bayarkan Klaim

0
96
KOMISI IV DPRD Batam dengar pendapat dengan BPJS Kesehatan. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – DPRD Kota Batam, meminta segera pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan, kepada rumah sakit dan klinik-klinik yang bekerjasama. Pembayaran klaim diminta cepat, karena jika terlambat sebagaimana dikeluhkan rumah sakit di Batam, menyebabkan beban mereka naik. Sehingga dikhawatirkan keterlambatan akan mengganggu keuangan rumah sakit, akibat bunga yang ditanggung ke perbankan.

Atas kondisi itu, Komisi IV DPRD Batam yang menggelar rapat dengan pimpinan rumah sakit, BPJS Kesehatan dan Dinkes, Selasa (8/10), meminta ketaatan dari pihak BPJS. Diminta, Kepala BPJS harus menyelesaikan komitmen, kepada rumah sakit dan klinik kesehatan. Walau ada solusi pinjaman ke perbankan, namun harus deadline pelunasan ke rumah sakit ditepati.

”Baik swasta dan negeri, jangan sampai ada keterlambatan pembayaran. Harus sesuai dengan deadline, karena terkait bunga perbankan. Jangan rumah sakit merugi karena bunga bank,” tegas Sekretaris Komisi IV, Tumbur M Sihaloho, usai RDP.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri yang berjanji akan mengkoordinasikan permasalahan keterlambatan pembayaran BPJS dengan mitranya, ke pusat. Di sisi lain, pihaknya juga akan mendorong agar pelayanan dirumah sakit ditingkatkan.

”Kami minta agar pelayanan di rumah sakit terus diperbaiki dan kami minta BPJS menjaga komitmen. Solusi pinjaman bank tadi merupakan solusi dari BPJS. Ini adalah program pemerintah yang suka atau tidak suka harus kita jalani. Tapu BPJS harus tepat waktu membayar ke mitranya,” katanya.

Penegasan itu disampaikan Komisi IV, menyikapi persoalan keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan kepada rumah sakit swasta. Akibat keterlambatan itu, swasta harus meminjam ke perbankan. Diakui, diberikan keringanan untuk mereka, selama tiga bulan, 1 persen bunga. Namun jika lewat, maka dikenakan bungan 6 persen.

”Sehingga rumah sakit swasta terpaksa menalangi biaya untuk rumah sakit hingga dicairkan oleh pemerintah. Perusahaan obat-obatan juga enggan memasok obat jika biaya tidak disalurkan segera,” kata Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Kepri, dr Ibrahim.

Diakui, keterlambatan pembayaran klaim tersebut dikhawatirkan bakal mengganggu keuangan RS. Bahkan kondisi ini, katanya, berpotensi membuat mutu pelayanan menurun di tengah upaya pemerintah mendorong peningkatan pelayanan kesehatan.

”Dari sebagian Mei sampai Oktober ini belum cair. Tentunya ini menjadi dilema bagaimana kami membayar jasa medis dan suplier obat-obatan,” sambung Ibrahim.

Kondisi defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan ikut mendorong sejumlah kekhawatiran tersebut semakin melebar. Sementara RS swasta makin banyak ikut bekerja sama dengan pemerintah dalam menerapkan sistem JKN.

”Ini tantangan karena program JKN membuat seluruh masyarakat harus menjadi peserta. Ini peluang dan tantangan RS swasta untuk berkembang,” katanya.

Sementara Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Kepri, dr Made Tantra Wirakesuma mengatakan, pihaknya merasa iri dengan perbedaan perlakuan antara sektor kesehatan dan pendidikan. Padahal kedua sektor ini dituntut untuk terus meningkatkan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

”Kalau pendidikan dapat bantuan dana BOS dari pemerintah daerah. Sementara kami yang rumah sakit swasta tidak pernah sama sekali dapat bantuan,” kata Made.

Sementara itu Kabid SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Batam, Irfan Rachmadi mengatakan keterlambatan pembayaran klaim kepada rumah sakit sudah menjadi isu nasional karena defisit anggaran.

”Sedangkan pembayaran di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Puskesmas tetap berjalan normal,” katanya.

Keputusan terkait kebijakan, katanya, berada di pemerintah pusat. Sedangkan pihaknya hanya menjalankan tugasnya di daerah yaitu melakukan sosialisasi terkait JKN-KIS dan lainnya kepada masyarakat.

”Kami di sini tidak megang dana cash. Sistemnya kita mengajukan dulu ke pusat baru dicairkan,” ujarnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here