Dewan Minta Semua SMP UNBK

0
390
SISWA-SISWI SMPN1 Tanjungpinang belajar kelompok di luar ruangan saat jam istirahat, baru-baru ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Disdik Tanjungpinang Kewalahan Siapkan Komputer

Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang meminta Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang agar menyeragamkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di seluruh SMP yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

TANJUNGPINANG – KETUA Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengatakan, tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memberikan pilihan ke masing-masing daerah untuk melakukan UNBK atau Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) bagi SMP.

”Tapi kita minta agar diseragamkan saja. Semua mengikuti UNBK. Selain praktis, lebih efisien, transparan, juga agar siswa terbiasa dengan teknologi,” ujar Maskur via ponselnya, Selasa (6/2) kemarin.

Hal ini sudah pernah dibahas dengan Disdik Tanjungpinang. Namun, pihak Disdik belum mampu menyeragamkan UNBK menyeluruh di Tanjungpinang. Alasannya, masih banyak sekolah yang kekurangan komputer.

Saran Maskur agar Disdik koordinasi dengan Disdik Kepri. Sehingga siswa bisa menumpang ujian di SMA dan SMK yang memiliki komputer. Apalagi Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza adalah pejabat Pemprov, sehingga lebih mudah koordinasinya.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, tahun lalu, sebagian SMP di Tanjungpinang sudah menggelar UNBK dan sebagian masih UNPK.

”Tapi kalau sekolahnya jauh tak apalah ujian tanpa komputer daripada membenahi mereka. Untuk sekolah yang dekat-dekat bisalah pinjam komputer ruangan SMA/SMK,” sarannya.

Harusnya, kata Maskur, pengadaan komputer untuk SMP sudah dilakukan sejak tahun lalu hingga tahun ini. Sehingga semua SMP bisa mengikuti UNBK.

”Tapi alasan selalu defisit. Ini tandanya pemerintah tidak fokus penyediaan sarana prasana pendidikan. Tahun depan gimana lagi? Tak bisa juga semua SMP ikut UNBK, lalu kapan kita siap? katanya bertanya-tanya.

Maskur juga mengatakan, pemindahan guru-guru yang dilakukan saat ini bukan membantu, malah merugikan guru yang bersangkutan. Sehingga ia bingung ada apa di balik pemindahan guru-guru saat ini.

”Sekarang kan banyak guru dipindah. Bukannya membantu, malah jadi jauh dari tempat tinggalnya. Ini sudah kita sampaikan saat rapat dengan Pak Wali (Raja Ariza, red). Pak Wali mengatakan, akan membahasnya dengan Dinas Pendidikan nanti,” tambahnya.

Di Tanjungpinang, terdapat 27 SMP baik negeri dan swasta. 8 unit diantaranya SMP negeri dan 19 SMP swasta. Tahun lalu, SMP yang menggelar UNBK 12 sekolah, 8 diantaranya SMP negeri dan 4 SMP swasta yakni SMP Pelnus, SMP Matreya, SMP Juwita dan SMP Katolik.

Mendikbud menargetkan 2018 ini, sekita 95 persen SMA/SMK sudah menggunakan sistem komputer saat ujian nasional. Sedangkan untuk SMP yang tahun 2017 hanya 40 persen dari jumlah sekolah ditargetkan meningkat hingga 80 persen.

Dari situs Kemendikbud.go.id di 2017, satuan pendidikan yang mengikuti UNBK untuk jenjang SMP yakni sebanyak 8.879 SMP, 1.970 MTs, 198 SMP terbuka, serta 693 PKBM.

UNBK SMP diikuti oleh 1.349.744 siswa. Meski demikian, dari segi persentase sekolah dan siswa UNBK jenjang SMP masih lebih rendah dari jenjang di atasnya, yakni 32 persen, karena jumlah siswa SMP/MTs jauh lebih banyak.

Adapun mata pelajaran yang diujikan pada UN dan USBN tahun 2018, mata pelajaran UN Jenjang SMP yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA.

Mata pelajaran UN jenjang SMA yakni, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan mata pelajaran pilihan sesuai jurusan (1 mata pelajaran).

Mata pelajaran UN jenjang SMK yakni, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Pada pelaksanaan UN tahun 2018 ini semua siswa wajib mengikuti UN satu kali untuk mata pelajaran tertentu yang dibiayai pemerintah. Apabila siswa tidak dapat mengikuti UN pada tahun yang sama dengan ujian maka kelulusan dari satuan pendidikan belum dapat ditetapkan karena siswa tersebut belum mengikuti UN.

Siswa yang bersangkutan wajib mengikuti UN berikutnya. Ini sesuai dengan ketentuan dalam PP, bahwa siswa wajib mengikuti UN satu kali yang dibiayai oleh pemerintah.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here