Diduga Kencing BBM, KM Alexander Ditarik dari OPL

0
1323
DIAMANKAN: Kapal MT Alexander diamankan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dari tim KAL Welang di sekitar perairan Teluk Jodoh Batam, Selasa (14/3). F-istimewa/humas lantamal iv tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Diduga hendak melakukan kegiatan ilegal berupa transfer Bahan Bakar Minyak (BBM) ship to ship di perairan perairan out of port limit (OPL), kapal MT Alexander diamankan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dari tim KAL Welang di sekitar perairan Teluk Jodoh Batam, Selasa (14/3).

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI S.Irawan mengatakan, MT Alexander menjadi target operasi tim WFQR Lantamal IV setelah adanya informasi berkaitan dengan aktivitas ilegal yang akan dilakukan oleh kapal tersebut.

”Berbekal informasi tersebut, KAL Welang melakukan patroli di sekitar selat Malaka untuk memburu target. Tak mau kehilangan target, KAL Welang melakukan pengejaran hingga akhirnya pada posisi Teluk Jodoh. Tim menghentikan target dan melakukan pemeriksaan,” katanya, kemarin.

Mantan Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Sat Kopaska) Armabar itu menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, MT Alexander GT 307 berbendera Malabo di nakhodai pria berinisial AH dengan ABK lima orang berkewarganegaraan Indonesia.

Baca Juga :  Empat Bulan, 916.260 Turis Berkunjung

Menurut pengakuan nakhoda, kapal milik seorang yang berinisial AD itu hendak berlayar tanpa muatan dari Batam menuju Johor Malaysia.

”Tim menemukan pelanggaran yang mereka dilakukan, diantaranya nakhoda dan KKM (Kepala Kamar Mesin) tidak memiliki SKK (Surat Keterangan Kecakapan). Tidak memiliki Sijil (sertifikat), tidak dilengkapi dengan buku pelaut dan crew list,” ungkap Laksma TNI S. Irawan.

Lebih lanjut Danlantamal IV menegaskan, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak KSOP Batam, diduga Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang ditunjukkan adalah palsu.
Hal ini diindikasikan dari tidak adanya tanggal dan waktu keberangkatan kapal serta jumlah Anak Buah Kapal (ABK).

”MT Alexander diduga kuat akan melaksanakan kegiatan ilegal berupa transfer BBM antar kapal (ship to ship) di perairan OPL. Untuk itu akan dilakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkasnya.

Baca Juga :  Menpar Minta Pelabuhan dan Penyengat Dibenahi

Dokumen Pelayaran TB STA-1 Diamankan
Selain itu, WFQR Lantamal IV Unit-1 Jatanrasla juga mengamankan TB STA-1 di perairan Tanjunguncang Batam dikarenakan diduga kuat melanggar Undang-Undang No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

Dari hasil pemeriksaan, TB STA-1 GT 314 dinakhodai oleh RZ dengan 8 orang ABK merupakan milik PT WSC Batam. Kapal berlayar dari Sagulung dengan tujuan Pulau Sambu.

Danlantamal IV menegaskan, dugaan pelanggaran yang dilakukan diantaranya nakhoda RZ dan masinis-1 A tidak memiliki Perjanjian Kerja Laut, tidak memiliki buku Sijil dan tidak dapat menunjukkan buku pelaut.

Dari dugaan pelanggaran tersebut, nakhoda kapal akan dijerat dengan pelanggaran UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran, yaitu pasal 312 yang berbunyi, setiap orang yang mempekerjakan seseorang di kapal dalam jabatan apapun tanpa Sijil dan tanpa memiliki kompetensi dan keterampilam serta dokumen pelaut yang dipersyaratkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 145 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda sebanyak Rp 300 juta.

Baca Juga :  FKPD Sepakat Taksi Online Tak Beroperasi

”Untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkoba, seluruh ABK dilakukan tes urine dan pemeriksaan kesehatan. Tidak sampai disitu, tim WFQR juga menerjunkan Unit K-9 untuk memastikan bahwa tidak ada barang terlarang di kapal tersebut,” ujarnya.

Kapal beserta seluruh ABK di bawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV dibawa menuju Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. (cr27)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here