Digerebek Saat Santai di Wisma

0
934
EKSPOS: Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro (tengah) saat ekspos penangkapan empat pengedar narkoba, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

Upaya Empat Pengedar Narkoba Hilangkan Jejak 

Para pelaku pengedar narkoba berusaha serapi mungkin menghilangkan jejaknya dari aparat keamanan. Tempat yang dikira aman untuk sembunyi, disitulah mereka berada.

TANJUNGPINANG – NAMUN, kerja sama masyarakat dengan polisi kini semakin bagus. Masyarakat tidak sungkan-sungkan lagi menghubungi polisi bila melihat seseorang yang mencurigakan gelagatnya.

Atas bantuan masyarakat juga empat pengedar barang haram di Tanjungpinang berhasil diringkus. Keempatnya adalah WK (37), MI (53), FF (37) dan FA (40). Berdasarkan keterangan Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, masyarakatlah yang berperan banyak atas pengungkapan empat pelaku ini.

Atas laporan masyarakat pula mereka bisa mengetahui dimana keberadaan para pelaku ini. Memang, saat diamankan, barang bukti berbagai jenis narkoba diamankan dari tangan mereka.

Satres Narkoba Polres Tanjungpinang mengamankan empat pengedar narkoba ini di empat tempat berbeda. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan 21 pil ekstasi, 21,23 gram sabu dan 395,71 gram ganja.
AKBP Joko Bintoro mengatakan, pihaknya selama ini sering menerima laporan dari masyarakat termasuk atas penangkapan keempat tersangka ini ini.

Baca Juga :  Pendaftar Dirut PDAM Kepri Sepi

Begitu ada laporan, kapolres langsung menyusun strategi untuk menangkap pelaku. Sehingga, rata-rata pelaku tidak sadar akan ditangkap. Proses penangkapan itu cukup rapi.

Tersangka FA diamankan di Jalan Hutan Lindung sekitar pukul 23.00. Anggota Satres Narkoba Polres Tanjungpinang mendapatkan informasi tentang seorang yang diduga memiliki sabu dan ganja. Sekitar pukul 02.00, Senin (16/5) anggota melihat orang melintas di Jalan Hutan Lindung dengan ciri-ciri yang sama sesuai laporan masyarakat.

Pelaku pun langsung diamankan dengan disaksikan ketua RW setempat. Setelah digeledah pada tersangka ditemukan satu paket sedang sabu yang disimpan di kantong celana.

”Pada rumah tersangka juga didapatkan barang bukti dua paket sabu dan lima paket ganja,” katanya saat jumpa pers di Mapolres Tanjungpinang, Senin (22/5).

Kemudian anggota juga mengamankan tersangka tersangka FF yang ditangkap saat sedang santai di dalam kamar 109 Wisma Cahaya Pinang.
Barang bukti yang diamankan dari FF enam paket sabu yang disimpan di dalam kotak dan diletakkan di jaket yang digantung di dalam kamar.

Baca Juga :  Delapan Tersangka Dibekuk, Dua Diantaranya ASN

Kapolres menyebutkan, setelah mengamankan dua tersangka ini, Tim Satres Narkoba memancing agar pelaku lainnya keluar dari persembunyiannya. Cara itu manjur. Polisi berhasil mengamankan tersangka WK di Jalan Pramuka Lorong Sumba.

”Dari tangan tersangka ini kita amankan barang bukti 21 butir ekstasi,” ungkapnya.

Selain itu, Satres Narkoba Polres Tanjungpinang juga mengamankan MI di Jalan Raya Dompak. Dari penggeledahan badan terhadap tersangka didapati barang bukti berupa sabu-sabu yang disimpan di dalam saku baju.

”Saat penangkapan MI juga disaksikan oleh warga setempat,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, setelah mengamankan MI, anggota melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan didapati barang bukti lainnya sebanyak empat paket sabu.

”Dari tangan tersangka diamankan enam paket sabu, timbangan, kantong plastik bening,” sebutnya.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat 92) jo pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  RUU Provinsi Kepulauan Masuk Prolegnas

”Empat pelaku diancam kurungan penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun,” ujarnya.

Kinerja polisi ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Semakin banyak narkoba yang diamankan, maka selamatlah generasi muda Kepri ini. Apalagi, kondisi Kepri yang strategis sering dimanfaatkan para pengedar untuk meraup untung dengan menjual narkoba.

Barang haram ini juga kerap dipasok dari luar negeri baik melalui pelabuhan resmi maupun melalui pelabuhan tak resmi. Sebagian ditangkap karena ketahuan, namun sebagian lolos. Sesuai data dari Badan Narkotika Nasional, Kepri kini menyandang gelar terburuk no.4 di Indonesia penyalahgunaan narkoba. Sekitar 41 ribu penduduk Kepri mengkonsumsi narkoba.

Jika tidak segera ditangani, maka posisi Kepri bisa semakin parah. Ini menjadi ancaman yang perlahan-lahan bisa menghancurkan masyarakat provinsi ini.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here