Dihantam Ombak, Kapal Karam

0
1198
KAPAL karam ditemukan di perairan Rukau Besar, Durai, Karimun, Senin (15/1).f-alrion/tanjungpinang pos

KARIMUN – Satu unit kapal kayu bermuatan kelapa berbendera Indonesia, Senin (15/1) ditemukan karam di perairan Rukau Besar, Durai, Karimun. Semua kru kapal ditemukan selamat.

”Benar telah terjadi kecelakaan laut dialami kapal bermuatan kelapa bulat sekitar 40 ton. Diketahui nama kapal KM. Ariel Jaya 03 GT. : 6, Pemilik : Amir, nakhoda : Rustam, ABK 2 orang Tiridaya dan Rudi yang berangkat Jumat (12/1) lalu dari Sungai Guntung, Inhil, Riau hendak ke Batam,” kata Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin, Senin (15/1) sore.

Baca Juga :  Ajari Anak Lebih Bijak

Sekitar pukul 14.00 WIB tiba di perairan Kepala Moro, KM Ariel Jaya kehabisan bahan bakar dan terseret ombak ke perairan antara Rukau besar dan Rukau kecil Durai. Pada Sabtu (13/1), sebagian badan kapal tenggelam di Perairan Pulau Rukan dan muatan kelapa habis terbawa hanyut air laut.

Mereka ditemukan, Senin pukul 06.00 WIB oleh Kapal Jaring yang melintas. Kapal Jaring tersebut melihat 3 orang ABK KM. Ariel Jaya melambaikan tangan minta bantuan.

Tidak ada korban jiwa maupun benda dalam kejadian tersebut. Kapal masih bisa dikandaskan di Pulau Rukan Besar Kecamatan Moro Karimun.

Baca Juga :  Tiga Pulau Disulap jadi Kawasan Wisata

Korban sebagian dibawa ke Pulau Durai oleh kapal nelayan jaring yang melaksanakan evakuasi. Sedang 1 orang ABK kapal menunggu di kapal sambil menunggu air pasang untuk dievakuasi ditarik antara ke Pulau Moro Pulau Duari.

Senin sore setelah air pasang, dilakukan evakuasi penarikan kapal ke Pulau Durai oleh kapal lain dari Guntung dan dibantu Kapal Patroli Posal Moro dan Posmat Durai TNI AL Lanal Tg. Balai Karimun. Kejadian ini, menjadi kecelakaan kapal pertama di tahun 2018.

Ia mengingatkan, pengguna jasa laut ketika berangkat membawa BBM cadangan. Sehingga jika kehabisan ketika di laut, dapat diantisipasi sebelum sampai di daerah yang menjual BBM.

Baca Juga :  Pendapatan Naik Rp81,97 M

”Musim angin utara sebaiknya menunda keberangkatan kapal, jika sudah terlanjur harus berteduh di pulau terdekat,” tutur Agus mengakhiri. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here