Dilengkapi Spesies Langka di Dunia

0
743
KEKAH, salah satu hewan langka di dunia dari Natuna. f-net

Pengembangan Wisata Natuna Dengan Konsep MEA

Natuna diprediksi bakal ramai dan menjadi daerah maju serta tujuan investor dan wisata dunia ke depan. Bahkan, sejumlah diplomat asing sudah mengakuinya.

NATUNA – APALAGI Natuna memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Menyimpan lokasi wisata sejuta pesona. Serta bakal ditetapkan sebagai geopark nasional untuk diurus kemudian agar ditetapkan jadi geopark dunia.

Kini, Pemkab Natuna merancang program untuk mempercepat daerah ini lebih cepat maju di segala sektor. Pemerintah pusat juga memberi perhatian lebih ke daerah ini.

Sektor wisata salah satu yang bakal memajukan daerah ini. Karena itulah, sedang direncanakan bagaimana mengembangkan sektor wisata Natuna ke depan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Natuna, telah merancang sebuah konsep guna menggarap potensi pariwisata daerah perbatasan itu.

Konsep yang diusung untuk mendongkrak segala potensi pariwisata yang dimiliki daerah ini adalah MEA (Merine, Ekowisata, Arkeologi) maritim.

Dinas Pariwisata telah merancang sebuah konsep untuk pengembangan potensi daerah guna mendongkrak sektor pariwisata.

”Dengan konsep MEA ini, kita berharap segala potensi yang ada bisa berperan dalam meningkatkan pariwisata Natuna ke depan,” ungkap Kadisparbud Natuna, Erson Gempa ketika memberikan pemaparan hasil presentasi akhir Detailed Engineering Design (DED) Mainland Dermaga Teluk Baruk di Kantor Bupati Natuna, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Indonesia dan Brunai Latgab di Natuna

Dikatakan Erson, Marine diangkat dalam konsep wisata karena wilayah Natuna 99 % adalah laut. Banyak potensi yang bisa dijual, dalam konsep kekayaan laut, seperti atraksi, mandi, kemudian water sport dan masih banyak lagi.

Namun, jika hanya mengandalkan hal tersebut, Natuna akan kalah bersaing dengan daerah lain telah populer terlebih dahulu seperti Bali.

Maka dari itu, terang Erson perlu dimasukkan konsep ekowisata ke dalam pengembangan wisata Natuna.

”Nah, ekowisata inilah yang akan kita gabungkan dengan arkeologi maritim. Dalam ekowisata kita mempunyai gunung, danau mangrove dan ditambah lagi flora dan fauna serta satwa langka, seperti kekah dan kupu-kupu. Natuna saat ini setelah diteliti ada lima jenis spesies kupu-kupu langka di dunia. Sementara dari flora, kita juga punya potensi hutan wisata atau kebun raya,” papar Erson.

Kekah (Presbytis Natunae) merupakan hewan langka yang hanya ada di Natuna. Hewan ini memang sejenis monyet tetapi memiliki perbedaan pastinya. Hewan ini mungil dan menggemaskan.

Baca Juga :  Lagi, Polsek Gunung Kijang Pasok Air Bersih ke Warga

Sedangkan bidang arkeologi maritim Natuna juga sangat kaya dengan destinasi diving di sisa-sisa kapal tenggelam di zaman dahulu.

”Kita juga akan mengandalkan destinasi diving kapal-kapal tenggelam. Kita sangat banyak datanya, kita tidak hanya menjual terumbu karang saja, karena besar kemungkinan terumbu karang kita akan kalah dengan tempat lain,” bebernya lagi.

Maka dari itu, Pemkab mengangkat diving objek wisatanya bangkai kapal tenggelam atau disebut BMKT (Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam).

”Inilah yang sedang kita kemas bersama. Salah satu fasilitas penunjang pelabuhan mainland akan dibangun di Teluk Baruk, karena di Senoa itu sendiri, ada dua bangkai kapal yang menjadi destinasi wisata,” terangnya.

Dari 11 destinasi pariwisata yang sudah ditetapkan dalam program kerja Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Natuna (TP3N), diantaranya ada Pulau Senoa dan mangrove.

Semua planning-nya sudah dipersiapkan. Untuk pengerjaannya terutama untuk pengembangan mangrove Pering dan Sebala sebagai destinasi wisata tambahan dilakukan di samping pantai.

Baca Juga :  Tanpa Dokumen, Truk Diamankan BC

”Kita sudah selesaikan DED-nya. Nanti bangunan mangrove di Pering dan Sebala juga akan menjadi ikon pariwista kita ke depan,” papar Erson.

Di sisi lain, Erson juga berharap kepada dinas terkait agar dapat mendukung dan membuat program sesuai dengan tupoksinya untuk membangun pariwisata Natuna ke depan.

Kepada dinas terkait yang telah tergabung dalam anggota TP3N, karena telah dikeluarkan Perbup tentang program kerja TP3N lima tahun ke depan, sekiranya dapat mendukung kegiatan pengembangan sektor pariwisata dengan membuat program sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

”Kita kerja bersama untuk membangun pariwisata dengan harapan kita bisa secepat mungkin mengangkat potensi pariwisata baik tingkat nasional maupun ke tingkat Internasional,” harap Erson.

Berbagai program yang telah dirancang tersebut, mudah-mudahan pada tahun 2019 sudah dapat terbangun, walaupun tidak bisa diselesaikan pada tahun 2020, minimal kerangkanya sudah jadi dan tampak.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here