Dinkes Dapat Kucuran Anggaran Rp 14 Miliar dari Pemerintah Pusat

0
735

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Anambas mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi, sebesar Rp 14 miliar.

Afirmasi ini diketahui khusus untuk daerah kepulauan tertinggal dan terluar.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto mengatakan, DAK Afirmasi merupakan salah satu program dari pemerintah pusat untuk membangun daerah yang masih tertinggal.

Pemerintah pusat menilai Kabupaten Anambas layak, untuk mendapatkan bantuan tersebut.

”Untuk tahun ini kita mendapat Rp 14 miliar, dengan rincian yakni pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jemaja Timur sebesar Rp 8 miliar dan pengadaan 5 jenis alat kesehatan sebesar Rp 6 miliar,” ujar Herianto.

Baca Juga :  Warga Belajar Mandikan Jenazah ODHA

Jumlah itu menurut Herianto, sangat membantu bagi daerah yang membutuhkan penambahan anggaran demi kepentingan masyarakat

Bantuan DAK dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan akan dikucurkan secara bertahap.

Hal itu bertujuan untuk melakukan pembenahan sarana dan prasarana, bagi kesehatan khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ia menilai, pemerintah pusat cukup serius memperhatikan Anambas dalam memenuhi kebutuhan bidang kesehatan.

”Kita akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, untuk mendapatkan kucuran anggaran demi pembangunan fasilitas yang dibutuhkan di bidang kesehatan terutama terkait sarana dan prasarana tentunya,” ucapnya.

Baca Juga :  Stok Melimpah, Harga Ikan Stabil

Herianto berharap kepada pemerintah pusat, agar dapat membantu tentang kebutuhan tenaga kesehatan, seperti tenaga medis.

Kabupaten Anambas saat ini masih kekurangan, perihal tenaga kesehatan seperti tenaga medis tersebut.

Ia menambahkan, persoalan itu sudah ia sampaikan beberapa kali ada pertemuan dengan pihak Kementerian Kesehatan.

Ke depannya, jika hal itu bisa direalisasikan, sudah tentu masyarakat Anambas tidak cemas apabila membutuhkan pelayanan kesehatan.

Sejauh ini masyarakat masih mengalami hal itu, sebab untuk melakukan pengobatan seperti operasi bagi pasien, terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Daerah yang berada di luar yang dianggap mampu menanganinya.

Baca Juga :  Astaga, 52 ASN Mangkir Sebelum Cuti Bersama

”Kita sudah mendapatkan tenaga medis tapi masih sangat jauh yang dibutuhkan, apalagi tenaga medis yang spesialis seperti dokter bedah dan lainnya,” pungkasnya. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here