Dinsos Sinkronkan Data Penerima BPNT

0
993
ANGGOTA Kelompok usaha bersama (Kube) yang berada di Kampung Bugis menunjukkan bagunan untuk e-Warong yang susah selesai.f-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Ada perbedaan data yang diterima Dinas Sosial Kota Tanjungpinang terkait penerima Rastra yang akan dikonversi menjadi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Data penerima dari Kementerian Sosial (Kemsos) untuk Tanjungpinang sekitar Rp 8.450 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan data yang diterima perbankan sekitar 7.888 KPM.

Terkait hal ini, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin dari Dinsos Kota Tanjungpinang, Anthony menuturkan, akan melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat.

Perlu mengecek data yang diterimanya dari perbankan ke Kementerian Sosial per satu-satu, yaitu by name, by address.

Jangan sampai, proses pemberian bantuan nantinya menimbulkan persoalan. Bila KPM di hapus, harus ada alasan. Apakah sudah dianggap mampu atau memang salah dalam memposting.

Baca Juga :  Dermaga Pelantar II Rampung 80 Persen

Terkait mekanisme penyaluran, nantinya Kemensos langsung mengulirkan dananya ke bank yang ditunjuk bekerjasama, untuk Tanjungpinang BNI.

Pihaknya, hanya mensosialisasikan dan memastikan setiap masyarakat menerima dana yang digulirkan.

”Nanti, KPM diberinya per. Rencannya, bila sampai tanggal 25 Februari data belum semua selesai, maka sisanya akan menyusul dibagikan,” ungkapnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (31/1).

Terkait pelayanan sembako kebutuhan masyarakat nantinya, sudah tersedia 12 elektronik warung gotong royong (E-Warong).

Mulai dioperasikan 25 Februari 2018 mendatang. E-Warong ini menyebar dibeberapa kelurahan. Diantaranya, Kelurahan Kamboja, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Tanjungunggat, Sei Jang, Kampung Bulang, Tanjungpinnag Timur, Batu IX, Air Raja, Melayu Kota Piring, Bukit Cermin, Senggarang, dan Kelurahan Pinang Kencana.

Baca Juga :  Nasib Penambang Makin Prihatin

E-Warong dikelola oleh masyarakat yang sudah bergabung di Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Nanti, pemerintah pusat yang akan mengeluarkan SK untuk mengoperasikan E-Warung tersebut.

Tujuan program tersebut, membantu perekonomian masyarakat yang kurang mampu. Jadi, E-Warong akan melayani KMP di Tanjungpinang memenuhi kebutuhan pokok. Mekanismenya lebih sederhana, jadi setiap KPM hanya membawa kartu seperti ATM yang telah diterimanya dari perbankan tersebut.

Saldonya sebesar Rp 110 ribu per bulan per KPM. Saldo tersebut, kata dia, KPM bisa beli diantara lima komoditi yang sudah ditetapkan dari pemerintah. Ada komoditi jenis beras medium kelas bagus, telur ayam, tepung terigu, minyak goreng kemasan dan gula pasir.

”Semua komiditi juga boleh di beli oleh KPM. Beli satu dari lima komiditi pun tak jadi masalah. Sesuai dengan kebutuhan,” tegas dia.

Baca Juga :  Taman Median Jalan Belum Indah

Saldo sebesar Rp 110 ribu, tegas dia lagi, harus dihabiskan oleh KPM. Jika tidak, pemerintah menilai bahwa masyarakat tersebut bukan orang miskin karena tak menggunakan dana yang diberikan.

”Saldo itu tidak bisa diuangkan tunai. Tidak bisa digunakan untuk isi pulsa dan sebagainya jadi khusus beli lima bahan kebutuhan pokok,” sebut dia.

Ia berharap, tahun pertama program ini dapat berjalan dengan baik dan tertib. Masyarakat bisa menikmati hasilnya.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here