Diramaikan Tim Luar Negeri

0
574
BERPACU: Sejumlah peserta berpacu mendayung perahunya saat mengikuti DBR tahun 2016 lalu di Sungai Carang. f-istimewa

Besok, Gubernur Buka DBR FBK 2017

TANJUNGPINANG – Tujuh tim dari luar negeri turut meramaikan Dragon Boat Race (DBR) Internasional Tanjungpinang yang akan digelar di Sungai Carang, Jumat (20/10) pukul 10.00. Lomba pacu perahu ini akan digelar tiga hari hingga, Minggu (22/10).

Event tahunan yang merupakan rangkaian Festival Bahari Kepri (FBK) 2017 ini rencananya akan dibuka Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Akan turut mendampingi Gubernur dari Kementerian Pariwisata RI dan Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah.

Peserta DBR tahun ini membeludak. Total 42 tim yang ikut. Tujuh tim dari luar negeri, yakni Malaysia. Ada tim dari DKI Jakarta, Medan, Jambi, Palembang, Siak, Bengkalis termasuk tim dari Kepri sendiri.

Total hadiah yang disediakan panitia untuk lomba DBR yang sering disebut lomba perahu naga itu sekitar Rp 150 juta. Selain lomba DBR, tahun ini digelar juga lomba kayak. Panitia menyediakan hadiah Rp 15 juta untuk lomba kayak baik untuk kategori putri maupun putra.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Reni Yusneli mengatakan, DBR yang ke-15 kalinya digelar ini sudah masuk event nasional.

”Di arena DBR juga akan ada doorprize dan tabungan gratis dari sponsor perbankan baik dari bank nasional maupun daerah. Nanti ada juga pameran di lokasi DBR,” ujarnya, kemarin.

Mantan Plt Sekdprov Kepri ini menjelaskan, tidak ada perbedaan lomba DBR dibandingkan tahun lalu. Cuma, DBR tahun ini pesertanya lebih banyak baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri.

Kemudian, panitia juga sudah berkoordinasi dengan tour dan travel internasional. Jadi, turis yang datang melalui pintu masuk Tanjungpinang dan Bintan, termasuk turis yang mengikuti beberapa event FBK, akan turun ke Sungai Carang untuk melihat langsung perlombaan DBR.

Kemudian, masyarakat Tanjungpinang sendiri bisa menyaksikan event tahunan ini sambil berwisata di Kota Rebah. Karena, Kota Rebah lokasinya tak jauh dari lokasi digelarnya DBR. Kota Rebah salah satu destinasi pariwisata unggulan Kota Tanjungpinang, telah dibenahi.

”Gratis masuk ke Kota Rebah. Gratis menyaksikan DBR. Kita mengajak masyarakat tetap menjaga kebersihan. Jadi buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan,” bebernya.

Kata Reni, DBR tetap digelar di Sungai Carang untuk membangkitkan kembali kejayaan yang pernah ada di Sungai Carang.

Sungai Carang memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Johor Riau. Sungai Carang dalam perkembangannya lebih dikenal dengan nama Ulu Riau atau Sungai Riau.

Sungai Carang atau Hulu Riau menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Johor setelah pusat pemerintahan dipindahkan dari Johor ke Pulau Riau oleh Sultan Ibrahim Syah, penerus Sultan Abdul Jalil Syah III.

Pulau Riau sesungguhnya adalah pulau kecil yang dipisahkan oleh Sungai Carang, Sungai Terusan, Sungai Ladi dan Sungai Timun dengan tanah besar Pulau Bintan.

Di kalangan masyarakat tempatan, kota itu juga disebut Riau Lama, Kota Raja atau Kota Lama. Penamaan Kota Raja dilakukan sehubungan dengan kota itu dijadikan tempat kedudukan Sultan Riau-Johor atau Yang Dipertuan Besar yang kala itu dijabat oleh Sultan Ibrahim.

Sungai Carang pulalah yang menjadi saksi sekaligus tempat bertolak, setahun kemudian, tatkala Sultan Ibrahim menitahkan Laksemana Tun Abdul Jamil untuk menjemput kembali marwah Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang yang pernah dicabar ketika masih berpusat di Batu Sawar, Johor Lama.

Dan, dari tanah bertuah itu Laksemana Abdul Jamil berjaya secara gemilang mengangkat kembali marwah negaranya sehingga musuh mengaku takluk kepada kesultanan yang berdaulat lagi perkasa itu.

Sejarah kejayaan awal pun tercatatlah sudah. Itu merupakan tanda yang baik bagi tapak sebuah kesultanan besar yang akan tumbuh kemudian. Dan, memang dari situlah sinar gemala tamadun itu mulai memancarkan sinar gemilangnya.

”Semoga DBR di Sungai Carang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun dari luar negeri. Kita harapkan nama Sungai Carang terus mendunia dan tetap menjadi objek wisata baru di Tanjungpinang,” harapnya.

Dalam setiap kali digelar Dragon Boat Race di Tanjungpinang, area pertandingan selalu ramai disesaki penonton. Para pedagang kecil juga banyak menjajakan jualannya di lokasi. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here