Direktur PT Lintas Lautan Karimun Terancam Dibui

0
678
MV Tuah yang melayani penumpang Internasional, Karimun - Malaysia serta sebaliknya. F-ISTIMEWA

KARIMUN – Belum lama ini masyarakat Karimun dihebohkan dengan pemberitaan tentang Penaga Timur yang merupakan perusahaan pelayaran asal Malaysia yang beroperasi di Wilayah Kabupaten Karimun dinyatakan Pailit.

Ini berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan Nomor:11/Pdt.Sus-PKPU-2018 pada tanggal 11 Oktober 2018.

Putusan Pailit tersebut terjadi akibat dari Penaga Timur terbukti memiliki utang senilai Rp 12,9 miliar kepada dua perusahaan Asal Indonesia yaitu PT Wijaya Artha Shiping (WAS) dan PT Ujung Medini Lestari (UML).

Setelah jangka waktu yang ditentukan, pihak Penaga Timur tidak ada iktikad baik untuk melakukan Penawaran Perdamaian. Hal ini dikatakan Sevent Roni Sianturi, SH selaku Kurator yang di angkat oleh Pengadilan.

Ia mengatakan jika Penaga Timur Perusahaan Asal Malaysia telah dinyatakan pailit oleh Putusan Pengadilan niaga Medan.

Seperti diketahui, sejak Putusan Pailit di ucapkan maka berdasarkan Pasal 24 ayat 1 juncto Pasal 16 ayat 1 UU Nomor 37 Tahun 2004 Kurator akan melaksanakan tugas pengurusan dan/atau pemberesan atas harta pailit.

Baca Juga :  Pernikahan di Bawah Umur Meningkat

Maka dari itu, menurutnya, Penaga Timur demi hukum kehilangan haknya walaupun atas putusan tersebut di lakukan upaya-upaya hukum.

Selanjutnya Roni menjelaskan, berdasarkan penetapan Hakim Pengawas Pengadilan tepatnya, 25 Oktober 2018 Tim Kurator telah meminta Pihak KSOP Karimun untuk menyerahkan satu unit Kapal MV TUAH 2 milik Penaga Timur kepada Tim Kurator dengan maksud untuk pengamanan harta pailit.

Dituturkannya, saat itu Tim Kurator dan Pihak KSOP tidak mendapati dokumen kapal dikarenakan dokumen tersebut di larikan oleh Pihak PT Lintas Lautan Indonesia selalu agen yang di tunjuk oleh Penaga Timur, hal ini telah di tuangkan dalam Berita Acara Serah Terima Nomor: PL.201/01/01/KSOP.TBK-2018 yang di tandatangani oleh Kurator dan Ridwan Chaniago selaku kepada KSOP Karimun.

Roni pun mengaku kecewa atas pernyataan pihak Lintas mengalami kerugian senilai Rp 60 juta per hari pasca operasional yang dikeluarkan satu kali per hari.

“PT Lintas Lautan Indonesia adalah agen/kantor perwakilan yang di tunjuk oleh Penaga Timur untuk mengageni seluruh Kapal-kapal milik atau pun yang di kelola,” tuturnya.

Baca Juga :  Dua Perusahaan Listrik Didesak Beroperasi

Dijelaakannya, sepertu MV Tuah 1, MV Tuah 2, MV Trans JB dan MV Putra Maju 07 yang dalam hal ini PT Lintas adalah selaku Pihak yang menikmati fasilitas debitur Pailit (Penaga Timur).

Dituturkannya, sejak Putusan Pailit di ucapkan, pihak Lintas Lautan Indonesia tidak pernah melaporkan tentang pendapatannya kepada Kurator.

Meskipun Kurator telah mengirimkan surat resmi pada 26 Oktober 2018 dan 21 November 2018 .

Roni melanjutkan bahwa akibat dari Perbuatan PT Lintas Lautan Indonesia tersebut yang sama sekali tidak memiliki iktikad baik maka berdasarkan Penatapan Hakim Pengawas, Direktur Utama PT Lintas Lautan Indonesia bernama Salim yang bertanggungjawab sepenuhnya.

Terkait ini, PT Lintas telah di laporkan secara resmi pada Polda Kepulauan Riau tertanggal 21 November 2018 demgan dugaan Tindak Pidana Penggelapan terhadap harta pailit dan selanjutnya Kurator akan menindak lanjuti permasalahan ini kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk menutup seluruh trayek-trayek atas nama PT Lintas Lautan Indonesia dan melakukan pencabutan Izin keagenan.

Baca Juga :  2018, 13 Ribu Sertifikat Tanah Dibagikan

Terpisah Edwar Kelvin selaku Kuasa Hukum PT WAS dan PT UML yang juga pemohon dalam Perkara tersebut menyampaikan agar kiranya pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan untuk tidak ambil andil dalam permasalahan tersebut.

“Saya memohon kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan untuk tidak ambil andil, serahkan kepada hukum yang berlaku, jangan sampai nanti berurusan di depan hukum. Kami ini perusahaan Indonesia jauh- jauh mencari keadilan ke Medan sana, jangan pula di ganggu, kita ini Merah Putih harusnya bersatu melawan ketidak Adilan,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi tindakan – tindakan Kurator yang di angkat oleh Pengadilan.
Menurutnya, mereka tidak pandang buluh mereka betul – betul melakukan tugasnya dengan baik. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here