Disarankan Turunkan Tarif Hotel

0
479
BURALIMAR (dua dari kiri) menyerahkan kalender event 2018 kepada Panusunan Siregar, Senin (8/1) kemarin. f-istimewa/dinas pariwisata pemprov kepri

Dari Diskusi Dinas pariwisata Pemprov dan BPS Kepri

Untuk mencapai target kedatangan turis yang makin tinggi tiap tahunnya di Provinsi Kepri, Dinas Pariwisata Pemprov Kepri bergerilya untuk mendapatkan masukan-masukan dari berbagai kalangan.

TANJUNGPINANG – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri salah satu lembaga yang khusus menyiapkan data-data kedatangan turis tiap bulan di Kepri termasuk lama tinggal wisman hingga tingkat hunian hotel.

Inilah kantor yang pertama didatangi Kadis Pariwisata Pemprov Kepri, Buralimar, Senin (8/1). Selain untuk silaturahmi, Buralimar ingin menjadi kerja sama agar data kedatangan wisman ke Kepri setiap bulan bisa diperoleh lebih cepat dari jadwal biasanya.

Selama ini, data itu lama baru dirilis. Padahal, Dinas Pariwisata ingin melakukan evaluasi bulanan untuk segera dicari apa solusi jika ditemukan ada kendala.

Rupanya, saat pertemuan itu, Kepala BPS Provinsi Kepri Panusunan Siregar sedikit berbagi pengalamannya saat bertugas di Bali. Ya, kota dengan kunjungan turis tertinggi di Indonesia itu.

Kepada Buralimar, Panusunan memberi beberapa trik yang dilakukan orang Bali. Di Bali, tak selamanya tarif hotel mahal. Kadang, mereka memberi diskon terutama saat libur dan akhir pekan.

Dengan harga diskon, maka turis akan lebih lama menginap. Semakin lama turis tinggal di satu daerah, maka makin besar belanjanya.

Ide ini masuk di akal. Karena itu, Buralimar dalam waktu dekat akan duduk bersama dengan Persatuan Hotel Restora Indonesia (PHRI) Provinsi Kepri. Mereka akan membahasnya.

”Kalau tak bisa semua hotel, minimal di Batam, Karimun, Bintan dan Tanjungpinang sudah ada hotel yang memulainya dengan memberi diskon saat libur dan akhir pekan,” ujar Buralimar usai pertemuan itu, kemarin.

Kemudian, Panusunan juga mengatakan, karena turis Kepri kebanyakan dari Singapura dan Malaysia, maka Batam harus difokuskan untuk event wisata hiburan dan kuliner. Kemudian, promosi makin gencar di dua negara itu.

Namun, bukan berarti di Batam tak perlu dibangun destinasi wisata yang baru. Turis Singapura dan Malaysia, banyak berkunjung untuk mencari hiburan, sehingga perlu digelar banyak event di Batam itu.

Setelah pertemuan dengan Kepala BPS Kepri, rencananya, hari ini, Selasa (9/1), Buralimar akan bertemu dengan pengelola Bandara RHF Tanjungpinang dan pimpinan Sriwijaya. Mereka akan membahas terkait persiapan mendatangkan turis dari Tiongkok ke Tanjungpinang.

Buralimar juga akan mengunjungi Kanwil KemenkumHAM Kepri yang membawahi Imigrasi, termasuk akan mengadakan pertemuan dengan pihak Polda Kepri hingga Konsulat Jendral Singapura di Batam.

”Pokoknya semua yang berkaitan dengan pariwisata akan kita sambangi. Kita harus saling bertukar pikiran. Ke depan, mungkin sekali sebulan atau sekali dua bulan kita akan duduk bersama dan sharing membahas pengembangan pariwisata di Kepri ini,” tambahnya.

Untuk Festival Bahari Kepri (FBK) tahun ini, event yang digelar akan lebih banyak kegiatan di laut sesuai dengan dijadikannya Kepri sebagai Pintu Gerbang Utama Wisata Bahari.

Kemudian, FBK akan lebih banyak digelar di Pulau Dompak terutama untuk olahraga air seperti jet sky, lomba dayung dan lainnya.

Mengingat perintah Gubernur Kepri H Nurdin Basirun yang menjadikan Pulau Dompak sebgai destinasi wisata baru di Tanjungpinang, maka ke depan akan dibuatkan SK-nya sebagai destinasi unggulan daerah Tanjungpinang. Saat ini destinasi unggulan Tanjungpinang ada dua yakni, Penyengat dan Kota Rebah.

Dompak sangat berpotensi sebagai kawasan destinasi yang maju mengingat fasilitas di sana sudah ada, punya pantai, kawasan luas dan aksesnya terbuka.

Terlebih Pelabuhan Dompak akan dilanjutkan pembangunannya tahun ini. Sehingga menambah arus orang yang masuk ke Dompak. Jembatan 1 sudah dibenahi, demikian juga dengan masjid.

Jalan sudah diaspal mulus, termasuk trotoar, taman, bundaran sudah dibangun tugu logo provinsi dan akan dibangun juga nanti tugu Iqra. Sementara pantai yang mengelilingi Dompak sebagian akan disulap menjadi kawasan wisata hutan bakau atau mangrove. Untuk event, ada juga Pantai Tanjungsiambang.

Soal permintaan data bulanan dari BPS, belum bisa dilakukan secepatnya karena memang banyak data yang harus diolah. Namun BPS Kepri tetap berusaha memenuhi permintaan tersebut. Untuk sementara nanti, Dinas Pariwisata Pemprov Kepri juga akan menggandeng Imigrasi di Kepri yang berada di pelabuhan maupun bandara.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here