Disebut Ganda, 56.310 Jiwa Berkurang

0
521
SEORANG warga saat mengurus KTP-El di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang, belum lama inif-andri/tanjungpinang pos

Ketika Penduduk Tanjungpinang Hilang dalam sistem

Data ganda, inilah salah satu kesimpulan yang selalu diungkapkan terkait ‘hilangnya’ penduduk Tanjungpinang sekitar 56.310 jiwa. Benarkah manusia sebanyak itu tidak ada lagi di Tanjungpinang?

TANJUNGPINANG – SAAT ini, data penduduk Tanjungpinang ada dua versi. Versi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemko Tanjungpinang, jumlah penduduk Ibu Kota Provinsi Kepri ini sekitar 264.273 orang.

Sedangkan data penduduk Tanjungpinang berdasarkan versi Kemendagri adalah 207.963 orang. Artinya, ada perbedaan data sekitar 56.310 orang.

Dua versi ini membuat dilema. Jika menerapkan data Kemendagri, maka penduduk sebanyak 56 ribu lebih tersebut tidak ada lagi di Tanjungpinang. Pertanyaan muncul lagi, bagaimana kalau masih tinggal di Tanjungpinang.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza mengakui banyak ditemukan data penduduk Kota Tanjungpinang, yang ganda. Namun tidak sebanyak perbedaan angka itu.

Berdasarkan data ganda yang dicatat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang dari tahun 2012 sampai tahun 2017 sebanyak 889 jiwa data ganda. Tidak sampai seribu orang.

Baca Juga :  Gubernur Tabur Hadiah di Karimun

Ia menjelaskan, data ganda diakibatkan perpindahan alamat yang dilakukan masyarakat Kota Tanjungpinang. Misalnya, dulu masyarakat A bertempat tinggal di Kelurahan Air Raja. Setelah itu, masyarakat tersebut pindah rumah di alamat Kelurahan Tanjungunggat.

Kemudian, di tempat tinggal awal, masyarakat sudah melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Saat pindah alamat, masyarakat tersebut kembali melakukan perekaman ulang KTP-el.

”Ini yang membuat data mereka menjadi ganda. Karena dulu kan sistem rekam KTP-el masih off line,” kata Raja Ariza kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Data ganda penduduk, kata Raja, bisa diatasi. Namun, untuk mengatasi data ganda butuh waktu yang cukup panjang. Pertama, dari kesadaran masyarakat yang merasa pernah merekam KTP-el lebih dari satu.

Kalau mengakui, maka petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang berkewajiban untuk membantu proses data ganda yang dimiliki masyarakat tersebut. ”Sidik jari aja sudah langsung muncul data mereka. Nah, dari itu langsung ketahuan,” tegas dia.

Baca Juga :  Kepala Daerah Boleh Dukung Capres dan Cawapres

Kalau memang benar, langkah kedua, masyarakat harus memilih salah satu data yang muncul dilayar monitor Disdukcapil. Setelah itu, dilampirkan dengan surat pernyataan dari masyarakat tersebut. ”Nanti, data yang tidak dipakai bisa dihapus dari sistem,” ucap dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan data yang dimiliki tidak ganda. Apabila ganda, segera diurus dengan petugas Disdukcapil. ”Biar KTP-el nya bisa dicetak,” sebut dia.

Adapun penyebaran penduduk Tanjungpinang di empat kecamatan yakni Kecamatan Tanjungpinang Barat 61.269 orang, Kecamatan Tanjungpinang Timur 108.640 orang, Kecamatan Tanjungpinang Kota 24.744 orang dan Kecamatan Bukit Bestari 69.620 orang.

Dari total penduduk Tanjungpinang tersebut, maka yang wajib KTP sekitar 190.240 orang. Sedangkan yang sudah merekam data sekitar 138.788 orang. Yang belum melakukan perekaman 51.450 orang. Yang sudah memiliki KTP-el sekitar 82.677 orang.

Dilihat dari angka ini, masih ada 51 ribu lebih penduduk Tanjungpinang yang belum merekam. Artinya, data mereka masih yang lama. Mungkin masih pakai KTP kuning atau KTP SIAK.

Baca Juga :  Agustus, Waduk Sei Gong Mulai Digenangi

Perbedaan data ini akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Pemko Tanjungpinang masih mempercayai bahwa penduduk kota ini sekitar 284 ribu lebih. Sedangkan Kemendagri hanya mengakui 207 ribu lebih.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza. Saat pertemuan itu, Komisi I meminta agar Raja Ariza membentuk tim untuk menangani ini.

Berdasarkan data dari Ditjend Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, penduduk Kepri hingga Semester I (Juni) tahun 2017 sekitar 1.873.274 orang.

Dari jumlah ini, penduduk yang wajib KTP (17 tahun ke atas dan sudah menikah) sekitar 1.288.973 orang. Sekitar 584.301 orang belum wajib ber-KTP. Sedangkan yang sudah memiliki KTP-el sekitar 1.168.558 orang. Dan yang belum ber-KTP-el sekitar 120.415 orang atau sekitar 90,66 persen.(MARTUNAS-ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here