Dishub Kembali Berlakukan Karcis Bulanan

0
621
KENDARAAN roda empat milik warga diparkir di pasar jalan Merdeka. Pemko akan memberlakukan parkir bulanan di Kota Lama ini.

TANJUNGPINANG – DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang kembali menerapkan karcis parkir bulanan, dalam waktu dekat ini. Karcis parkir bulanan itu akan diterapkan ke pemilik toko, yang berada di Kota Lama, Tanjungpinang.

Sebelumnya, karcis parkir bulanan pernah diterapkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Namun, penerapan karcis parkir bulanan ini tidak berlangsung lama. ”Ini kita coba ke pemilik ruko, berada di daerah Kota Lama,” kata Kepala Dishub Kota Tanjungpinang Bambang Hartanto, Kamis (19/4).

Sebelum menerapkan karcis parkir bulanan, kata Bambang, ia terlebih dahulu akan menyampaikan surat edaran, ke pemilik ruko, di Kota Lama. Agar pemilik ruko tahu, bahwa Pemko Tanjungpinang melalui Dishub akan memberlakukan karcis parkir bulanan di daerah Kota Lama Tanjungpinang. ”Saya buat dulu suratnya,” ucap dia.

Baca Juga :  Retribusi Parkir Tak Terealisasi

Ia menerangkan, untuk kendaraan roda dua akan dikenakan tarif sebesar Rp 45 ribu per bulan. Sedangkan jenis kendaraan roda empat sebesar Rp 120 ribu per bulan. Parkir bulanan itu terbilang efektif dan murah. Efektifnya, pemilik kendaraan hanya membayar parkir sekali sebulan. Setelah itu, pemilik kendaraan sudah tidak kena biaya lagi, saat parkir kendaraannya di lokasi parkir lainnya.

Misalnya, dalam sehari, si A parkir di dua atau tiga tempat yang berbeda. Seharusnya, si A mengeluarkan uang sebesar Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu per hari, ke juru parkir. Sekali parkir, si A harus membayar karcis parkir sebesar Rp 1.000, untuk jenis kendaraan roda dua. Kalau untuk roda empat, perlu bayar sekitar Rp 2 ribu sekali parkir.

Baca Juga :  Enam Titik Banjir Jadi Fokus PUPR

”Kalau Rp 2 ribu dikalikan 30 hari, kita mengeluarkan uang sebesar Rp 60 ribu per bulan. Kalau pakai karcis bulanan masih sisa Rp 15 ribu,” terang dia.

Tarif parkir bulanan ini tidak bersifat memaksa masyarakat. Tapi, mengajak masyarakat belajar lebih irit mengeluarkan biaya parkir.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here