DPRD Gelar Paripurna APBDP 2017

0
703
PARIPURNA: Seluruh anggota DPRD Anambas saat menghadiri Rapat Paripurna penyampaian nota keuangan APBD Perubahan 2017. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – DPRD Kabupaten Anambas menggelar Rapat Paripurna tentang penyampaian nota keuangan Ranperda APBD Perubahan tahun 2017, Senin (28/8) sore. Berdasarkan aturan rapat paripurna bisa berjalan, disebabkan apabila forum sudah memenuhi kuorum. Sebab, hampir semua anggota DPRD hadir di acara tersebut.

Perwakilan dari Pemerintah Daerah yang menyampaikan laporan, adalah Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra. Ia menjelaskan, bahwa keuangan negara hingga saat ini belum stabil. Namun, hal itu tidak berdampak terhadap APBD Anambas disebabkan Anambas masih ada Silpa sekitar Rp 31 miliar.

Sedangkan, pada Ranperda APBDP tahun 2017 mengalami kenaikan sekitar Rp 5 miliar. ”Perlu diketahui keuangan negara saat ini masih belum stabil, namun Alhadulilah tidak berdampak terhadap APBD Anambas. Hal itu perlu ditingkatkan mengenai pengelolaan anggaran pastinya,”ucap Wan Zuhendra, Wakil Bupati Anambas ketika menyampaikan pidatonya, Senin (28/8) sore.

Baca Juga :  Modal Rp 20 Ribu, Anak SD Dicabuli

Tambahnya, sebelumnya Pemda selalu mengalami penurunan pendapatan anggaran. Namun, saat ini anggaran daerah mengalami kenaikan. Hal itu akibat pengelolaan anggaran yang dinilai baik, dan perlu ditingkatkan kinerja lagi untuk kedepannya.

Pajak daerah juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1 miliar. Pajak-pajak tersebut diantaranya pajak restoran, sarang burung walet. Sedangkan, untuk pajak perhotelan mengalami penurunan. Lanjutnya, asumsi pendapatan Kabupaten Anambas pada APBD-Perubahan 2017 mengalami kenaikan dari Rp 759 miliar (APBD Murni) menjadi Rp 764 Miliar. Namun, Pemerintah menargetkan penerimaan sebesar Rp 862,3 miliar. ”Asumsi itu naik karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan Rp 15,7 Miliar, namun dana perimbangan ditargetkan Rp 645,6 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :  Wings Air Belum Dipastikan Mendarat

Pemda menargetkan Penerimaan Daerah ditargetkan pada angka Rp 862,3 miliar. Adapun peruntukannya yakni belanja tidak langsung Rp 358,7 miliar, dan belanja langsung Rp 502,8 miliar dan pembiayaan daerah Rp 97 miliar. ”Belanja Tidak Langsung ini, mengalami penurunan sebesar 8,28 % atau Rp 32,3 miliar. Sementara, belanja Langsung mengalami kenaikan Rp 68,9 miliar atau 15,89%. Untuk pembiayaan daerah juga mengalami kenaikan sebesar Rp 31,5 miliar atau 47,80 %,” urainya.

Wan Zuhendra berharap, agar pejabat legislatif dan eksekutif bersinergi dalam pembahasan APBD-Perubahan 2017 tersebut. ”Saya berharap, komitmen kita bersama agar dalam melaksanakan pembahasan APBD-Perubahan ini berjalan lancar dan tepat waktu. Agar Tim Anggaran Pemerinta Daerah (TAPD) segera mengimplementasikan e-planning dalam menyusu Rancangan APBD Murni 2018,” Pesannya. (cr29)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here