Empat Pelabuhan di Natuna Perlu Dikeruk

0
866
Iskandar DJ

NATUNA – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Iskandar Dj menyebutkan di Natuna terdapat empat pelabuhan besar yang belum bisa disandari oleh kapal-kapal kelas kapal 2.500 gross tonnage (GT) ke atas lantaran alur lautnya masih dangkal.

Pelabuhan tersebut yakni, Pelabuhan Penagi, Pelabuhan Midai, Pelabuhan Sedanau dan Pelabuhan Subu. Selain dangkal, alur pelabuhan itu juga masih sempit. ”Untuk transit kapal-kapal besar belum bisa dilaksanakan secara utuh di kebanyakan pulau karena kebanyakan alur pelabuhanya masih dangkal dan sempit,” kata Iskandar di kantornya, kemarin. Ia mengatakan, panjang alur yang mesti dikeruk beranekaragam di setiap pelabuhan ada yang satu kilo meter lebih, ada yang satu kilometer dan ada juga yang kurang.

Baca Juga :  Semua Harus Menahan Diri

”Tapi mengenai panjang pengerukan ini kita belum ada data yang pasti karena belum ada survei secara terinci,” jelasnya. Menurutnya, kegiatan keruk alur laut pelabuhan tidak bisa dilakukan serta merta oleh pemerintah daerah karena kewenangannya berada di Kementerian Perhubungan.

Selain itu anggaran untuk kegiatan pengerukan tidak kecil. Anggaran tersebut bernilai puluhan bahkan ratusan miliar hingga triliunan rupiah. ”Sebetulnya pemerintah daerah bisa saja melakukan kegiatan keruk alur laut. Tapi harus ada persetujuan dari Dirjen Pelabuhan dan Pengerukan (Pelpeng) Kementerian Perhubungan. Lagian anggarannya juga besar sekali. Jadi susah juga,” terangnya.

Baca Juga :  Harus Bersinergi Menumbuhkan Ekonomi

Namun begitu, ia mengaku kegiatan ini harus terlaksana di Natuna untuk menunjang kelancaran arus perhubungan laut dan pengembangan kemaritiman Natuna. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here