Gawai Seni Jadi Ajang Pelestarian Budaya

0
712
Penjab Wali Kota Tanjungpinang H Raja Ariza didampingi Kadisparbud Hj Reni Yusneli dan Kepala OPD membuka Gawai Seni di Lapangan Pamedan, Rabu (25/4) malam.f-ist/humas pemko tanjungpinang

Event Gawai Seni Kota Tanjungpinang yang berlangsung di Lapangan Pamedan Ahmad Yani dibuka oleh Penjab Wali Kota Tanjungpinang H Raja Ariza Rabu (25/4) malam.

TANJUNGPINANG – Gawai Seni ini ajang pelestarian budaya Melayu di Tanjungpinang. Selain itu, juga sebagai ajang kompetisi seni budaya tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Raja Ariza mengatakan seni bukanlah panglima dalam kehidupan manusia, namun melalui seni ada ekspektasi terjadinya transformasi nilai ke arah yang lebih positif.

Mengingat, sambung dia di dalam kesenian terkandung beragam nilai kemanusiaan. ”Pembangunan peradaban manusia selalu diwarnai atau identik dengan membangun nilai tersebut, karena itu kita melakukan berbagai kegiatan untuk mengembangkan nilai budaya,” kata Ariza di sela-sela pembukaan.

Baca Juga :  RBB Tampilkan Tortor Batak di TCC

Ditambahkan oleh Ariza, tugas utama yang lazimnya dilakukan oleh masyarakat adalah mempertahankan, melestarikan, menjaga serta mewarisi budaya lokal dengan sebaiknya.

”Kita harus mempertahankan dan menjaga seni budaya Melayu agar tidak terkontaminasi dari budaya asing. Walaupun tidak mudah upaya-upaya pelestarian budaya, kita harus tetap optimis dengan berbagai cara. Saya sangat mendukung kegiatan ini dan semoga dapat mengembangkan potensi pariwisata dan budaya daerah,” lanjut Ariza.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Hj. Reni Yusneli mengatakan kesenian dan seni budaya perlu dipertahankan dan dijaga.

Baca Juga :  Peraturan Pendidikan Mudah Berubah

Tujuanya, agar tidak mudah terkontaminasi oleh budaya asing yang merugikan. Nilai budaya meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

”Di harapkan melalui kegiatan Gawai Seni ini, akan berkembang potensi dari seniman-seniman untuk memperkaya kreatifitas seni di Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini juga di harapkan mampu menarik minat pemuda-pemudi kota Tanjungpinang untuk lebih mencintai kesenian Melayu khususnya tari Melayu,” jelasnya.

Di Gawai Seni ini, kategori perlombaan melibatkan peserta dari tingkat SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi, Sanggar dan Umum.

Kegiatan lombanya terdiri dari lomba pantun untuk SD, lomba tari tradisi untuk SMP, lomba visualisasi puisi SMA dan Perguruan Tinggi, panggung penyair Kota Tanjungpinang dan lomba tari tingkat Sanggar.

Baca Juga :  Mau Motor Gratis, Beli Tanjungpinang Pos

Event tahunan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang ini dimulai dari tanggal 25 dan akan berakhir tanggal 28 April 2018.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here