Gedung Food Court Terancam Gagal Dibangun

0
943
Foodcourt Melayu Square

Gedung food court di Melayu Square Tepilaut Tanjungpinang bakal batal dibangun tahun ini. Padahal, proyeknya sudah mulai dilelang oleh Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tanjungpinang. Anggaranya cuma Rp 13 miliar.

TANJUNGPINANG – Pemko juga sudah melelang pengawasan pembangunan food court Rp 237 juta.

Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah mengakui ragunya pembangunan food court karena Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengalami defisit anggaran. Apalagi tidak ada kepastian tentang dana transfer dari pusat.

”Kita masih defisit tunda bayar sebesar Rp 8 miliar. Itu yang perlu ditutupi. Sedangkan, dana transfer dari pusat kita pesimis,” kata kader Partai PDI Perjuangan Provinsi Kepri ini, kemarin.

Lis belum memastikan apakah lelang benar-benar dibatalkan atau tidak. Karena masih menunggu hasil rapat dari Sekretaris Daerah (Sekda), Riono berserta perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Awal nilai proyek Gedung food court sudah dikurangi, dari sebesar Rp 25,6 miliar menjadi Rp 13 miliar.

Baca Juga :  Polisi Militer Razia THM, 24 Warga Diamankan

Namun, belakangan angka Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) Kota Tanjungpinang tidak optimis. Oleh karena itu, ia meminta proyek pembangunan gedung food court kembali dievaluasi, meskipun proses lelang sedang berjalan.

”Kepastiannya, kita tunggu hasil rapat ya. Nanti, Sekda, bagian pembangunan serta Dinas PU dan inspektorat rapat. Jadi, saya minta dihitung ulang,” terang dia.

Bila keadaan keuangan Pemko Tanjungpinang tidak bisa mengcover, maka ia minta proses lelang pembangunan gedung food court dibatalkan. Meskipun proyek ini merupakan proyek prioritas Pemko Tanjungpinang.

Baca Juga :  PJU Tak Diurus

”Kalau kita kurangi lagi, bentuk pembangunan ini (food court, red) seperti apa nantinya. Dari pada setengah-setengah, kita minta tunda dulu. Intinya, kita tunggu hasil rapatnya seperti apa,” sebut dia.

Saat ini, proses lelang pembangunan proyek Gedung food court melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tanjungpinang terus berlangsung. Ada sekitar 71 perusahaan, baik PT maupun CV yang sudah menjadi peserta lelang pembangunan proyek gedung food court.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu, kaget mendengarkan pembangunan food court bakal batal dibangun.

Baca Juga :  Gejolak, Bazar Imlek Tetap di Jalan Teuku Umar

”Kok bisa batal. Nanti kita tanya langsung ke Pak Wali Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Kata dia, saat pandangan Partai Demokrat terhadap pembangunan food court, sudah memberikan masukan, agar food court jangan dibangun dulu, karena kondisi keuangan.

”Kita sudah bilang, baiknya proritas saja pembangunan kesehatan dan pendidikan. Tapi Pemko justru ngotot ingin bangun food court jadi proritas,” kata Maskur Tilawahyu, juga sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Tanjungpinang. Ia minta, agar pemerintah menjelaskan ke DPRD kenapa gagal dibangun.(ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here