Geger Kerangka Hewan Langka

2
4944
Warga Tambelan, Kabupaten Bintan mengamati kerangka hewan langka berukuran besar, yang ditemukan warga di pantai Tambelan, baru-baru ini. Warga belum pernah melihat yang seperti ini selama puluhan tahun.f-istimewa/asom

Diperkirakan Baru Mati Dua Bulan yang Lalu

Warga Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan geger saat seorang nelayan Usman Saleh (56) membawa kerangka hewan langka raksasa ke rumahnya, Senin (12/2) kemarin.

TAMBELAN – Tulang belulang hewan langka yang belum diketahui jenisnya itu, ditemukan di perairan Tambelan, tepatnya di pesisir pantai Pulau Betundak, Desa Kukup, Kecamatan Tambelan.

Penemuan bangkai hewan berukuran raksasa ini awalnya dilihat oleh Usman Saleh, warga Desa Kukup RT04/RW02 ini, Kamis (8/2) siang, pekan lalu.

Saat itu itu, Usman Saleh baru pulang dari mancing dan melintas di pesisir Pantai Betundak, Desa Kukup, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Usman kaget menemukan hewan raksasa yang besar itu. Bagian kepalanya berdiameter sekitar 4 meter dan panjang mencapai 11 meter.

”Saudara Usman Saleh yang pertama kali menemukan hewan laut yang langka raksasa ini. Awalnya, tercium bau bangkai yang sangat menyegat sekali di pesisir Pantai Betundak di pasir pantai itu. Saat itu, ia baru pulang dari kerja mencari ikan,” ujar Asri, Sekcam Tambelan, Selasa (13/2) kemarin.

Baca Juga :  Pelabuhan Kepri Terpadat Indonesia

Kemudian, Usman Saleh mencoba mencari sumber bau menyengat tersebut. Akhirnya, ditemukan bangkai hewan laut raksasa tersebut. Karena penasaran, Usman memberitahukan kepada keluarganya, ketika tiba di rumah.

Keluarga Usman mengecek kembali ke lokasi penemuan bangkai raksasa itu, dan mengevakuasi untuk dibawa pulang. Setelah membawa tulang belulang itu, keluarga Usman memberitahukan kepada warga dan pemerintah Kecamatan Tambelan.

”Kami langsung cek. Memang benar, ada penemuan hewan langka berukuran besar ini. Belum diketahui pasti apa penyebab hewan raksasa ini terdampar di pesisir pantai,” kata Asri.

Baca Juga :  Ini Daftar Bacaleg DPRD Provinsi yang Dicoret KPU

Saat ditemukan, bangkai hewan itu ditemukan dalam kondisi yang sudah tinggal kerangka. Namun masih tersisa sedikit bekas daging. Hewan itu diperkirakan sudah mati sekitar 2 bulanan lalu. ”Saya sudah menelepon Kepala Dinas Pariwisata dan pengelola museum bahari di kawasan Kantor Dispar Bintan,” ujarnya.

Tujuannya, lanjut Asri, diharapkan Usman Saleh mau menyumbangkan kerangka hewan langka berukuran raksasa ini ke museum Bahari milik Kabupaten Bintan. Sehingga, kerangka ini bisa dijadikan bahan pelajaran bagi anak cucu. ”Kemudian, akan dibuatkan sertifikat penemu kerangka hewan raksasa ini atas nama saudara Usman Saleh,” terang Asri.

Selain itu, lanjutnya, warga dan pemerintah kecamatan berharap agar Pemkab Bintan mendatangkan ahli purbakala dari Batu Sangkar Padang, untuk mengidentifikasi dan meneliti bangkai hewan raksasa tersebut. ”Penemuan hewan langka laut ini sempat membikin geger warga Tambelan. Tidak pernah sebelumnya, ada ditemukan hewan sebesar ini. Kami belum yakin, apa jenis hewan ini,” tambah Asri yang turut dibenarkan warga Tambelan lainnya, Asom.

Baca Juga :  Kepala BP Batam Sambangi Gubernur

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira membenarkan, Sekcam Tambelan telah menghubungi dirinya, dan menginformasikan penemuan hewan langka itu. Dari informasi warga, ada yang menyebut tulang belulang ikan paus besar. Ada pula yang menyebut tulang gajah mina (gajah laut).

”Kita tidak tahu pasti. Namun untuk penelitian, pihak Dinas Kebudayaan dan Pora yang punya wewenang. Nanti lah, kita bicarakan dengan pihak OPD terkait,” tambah Luki.(yusfreyendi)

Loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here