Gunakan GPS di Jalan Boleh, Asal…..

0
798
Jumlah kendaraan di Tanjungpinang mulai padat seperti di simpang Kota Piring Batu Delapan.F-Suhardi/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Rahmadani menegaskan, bahwa penggunaan perangkat Global Positioning System (GPS) tidak dilarang. Namun, yang tidak boleh adalah menggunakan aplikasi menggunakan GPS di handphone pada saat berkendara.

Krisna menyebutkan, perangkat GPS pada mobil, yang melekat pada kendaraan dan bisa membantu melacak keberadaan mobil, diperbolehkan untuk digunakan. ”Adapun yang dilarang adalah penggunaan aplikasi yang menggunakan GPS pada handphone oleh pengemudi kendaraan baik roda dua maupun empat saat berjalan,” katanya, kemarin.

Krisna menuturkan, untuk kendaraan roda empat, terdapat fitur perangkat GPS yang melekat dengan mobil tersebut. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, selama ini para pemotor atau pengendara, melekatkan handphone ke badan motor untuk membantu pengendara.

Baca Juga :  Jabatan Kadisdik Masih Kosong

”Kalau (perangkat) GPS di mobil itu tidak masalah, karena itu kan melekat pada mobilnya. Tapi yang di motor itu aplikasi menggunakan GPS, pada handphone itu yang tidak boleh kalau dipakai melanggar,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan aplikasi yang menggunakan handphone saat berkendara dapat mengurangi konsentrasi. Hal ini bertentangan dengan Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 106 ayat (1) UU LLAJ, Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Adapun, yang dimaksud penuh konsentrasi adalah di antaranya tidak menggunakan handphone saat berkendara, tidak menonton televisi atau video yang terpasang pada kendaraan, atau tidak meminum minuman keras yang dapat mengurangi konsentrasi dalam berkendara.

Baca Juga :  Syahrul Terima Kue Ultah Bertuliskan BP 1 T

Pengendara kendaraan pribadi pun yang tertangkap mengoperasikan telepon genggam dengan cara seperti itu juga dapat ditilang. ”Apapun itu, tidak hanya aplikasi, kalau dia menggunakan handphone saat berkendara itu tidak boleh,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa, mengatakan bahwa melakukan kegiatan saat berkendara memang dibatasi. Hal tersebut disebut dalam Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 2009 pasal 106, seperti menonton TV, Video, bermain HP, Lelah, Mengantuk, sampai Mabok.

”Boleh-boleh saja (melakukan kegiatan lain saat berkendara seperti mendengarkan radio atau GPS), tapi jangan melanggar aturan UU 106 seperti nonton TV, video, lelah, ngantuk, mabuk, sampai main Handphone,” ucapnya.

Baca Juga :  Kanker Serviks Bisa Diperiksa di Kampung KB

”Ya memang UU yang sekarang tidak melarang (secara spesifik untuk lihat GPS), namun main HP itu tidak diperbolehkan. Kita juga menyarankan yang bahaya-bahaya jangan dilakukan lah. Jangan bermain sirkus. Kan kalau berkendara seperti itu dia lepas tangan satu, itu tidak boleh,” lanjut Royke.

Di kesempatan yang sama, ia juga mengimbau agar pengendara selalu mengedepankan etika saat berkendara serta berkonsentrasi penuh. Karena, di jalanan bukan hanya satu orang saja yang berkendara melainkan banyak pengendara lainnya. ”Yah jaga etika ketika berkendara lah, jangan membahayakan diri dan orang lain,” tutup.(ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here