Guru RA Berpeluang Jadi PNS

0
1089
MENTERI Agama RI Lukman Hakim didampingi Wakil Gubernur Kepri H Isdianto usai membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV IGRA di Hotel Golden View Bengkong Batam, Senin (29/10).f-istimewa/humas pemprov kepri

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin mengatakan, saat ini DPR RI sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pendidikan Agama dan Pesantren. RUU ini membuka peluang menjadikan guru PAUD Raudhatul Athfal (RA) jadi PNS.

BATAM – UU ini nanti bisa menjadi jawaban atas keinginan para guru yang tergabung dalam wadah IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) yang menginginkan keberadaan mereka diakui bahkan bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Memang tidak pungkiri, sebagai lembaga pendidikan paling awal, perhatian yang diberikan belum maksimal. Karenanya pemerintah saat ini terus berupaya agar lembaga pendidikan di tingkat Raudhatul Athfal bisa semakin baik ke depannya.

Lukman Hakim juga mengakui, pendidikan berbasis Islam saat ini terus tumbuh dan berkembang di tanah air. Bahkan untuk perguruan tinggi negeri berbasis Islam, saat ini telah berdiri sekitar 58 pendidikan tinggi negeri di tanah air. Dari mulai sekolah tinggi, institut hingga universitas.

Baca Juga :  Modal Pensil, Karir Bermula dari Kaki Lima

Hal ini disampaikannya usai kata H Isdianto membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-IV IGRA di Hotel Golden View Bengkong Batam, Senin (29/10).

Raudatul Athfal merupakan jenjang pendidikan anak usia dini dalam bentuk pendidikan formal, di bawah pengelolaan Kementerian Agama.

Menteri saat pembukaan kegiatan itu mengapresiasi keberadaan guru Raudhatul Athfal sebagai profesi sangat mulia. Karena guru-guru IGRA adalah guru yang pertama kali mengajarkan anak bangsa dengan penerapan aqidah Islam.

”Anak-anak kita pertama kali diperkenalkan pada pemahaman dasar tentang aqidah. Karenanya keberadaan guru-guru IGRA ini harus bisa mewarnai pemikiran anak anak tersebut dengan pendidikan yang tepat dan benar,” kata Lukman.

Di akhir sambutannya Lukman Hakim juga berharap dihasilkan rumusan pemikiran oleh teman teman guru yang tengah bermunas, agar bisa diakomodir guna membuat wadah formal yang bisa mengakomodir keberadaan mereka makin lebih baik.

Baca Juga :  Kurangi Dwelling Time di Seluruh Kepri

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto berharap pembelajaran dan pengenalan nilai-nilai Islam yang baik dan benar, diberikan secara tepat kepada anak-anak. Karena mereka kali pertama mendapatkan pembelajaran di lingkungan pendidikan formal.

”Berikanlah pembelajaran yang baik ke anak-anak kita, agar lahir generasi emas Islam,” kata H Isdianto saat menghadiri kegiatan Munas IGRA tersebut.

Menurut Isdianto, mengingat begitu pentingnya pembelajaran yang mereka terima, maka sudah seharusnya ada konsep yang baku dan terstandar tentang pembelajaran yang pas diberikan kepada anak-anak tersebut. Ditambah anak-anak ini tengah dalam masa-masa emas, untuk menerima segala sesuatunya.

Isdianto juga berharap agar guru-guru yang tergabung dalam IGRA untuk senantiasa mengikuti perkembangan tekonologi. Tujuannya agar dalam memberikan pembelajaran memadukan perkembangan teknologi. ”Sehingga akan bisa terus diterima anak-anak,” harapnya.

Baca Juga :  Oplos Beras, Bos Pinang Lestari Ditahan

Ketua Panitia yang juga Ketua Pengurus Wilayah IGRA Kepri Rahayuliana menjelaskan, kalau munas sendiri adalah agenda 5 tahunan sekali, setelah sebelumnya acara dilaksanakan di Bali.

”Acara diikuti seluruh provinsi se-Indonesia, nantinya akan ada pembukaan seminar dan rapat pleno,” jelas Rahayuliana seraya menambahkan kalau jumlah peserta yang hadir mencapai 838 peserta dari seluruh IGRA se-Indonesia.

Di akhir sambutannya Rahayuliana juga berharap agar guru IGRA bisa dinaikan statusnya menjadi pegawai negeri dan juga ke depan dalam musim haji, bisa dilibatkan menjadi petugas penyelenggaraan haji.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here