Habis Lebaran, Peletakan Batu Pertama Pabrik Rokok

0
1081
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Free Trade Zona (FTZ) Tanjungpinang, Den Yelta meninjai lokasi.

TANJUNGPINANG – Dua kawasan Free Trade Zone atau Tanjungpinang yaitu di Dompak dan Senggarang mulai dilirik investor lokal maupun asing. Kepala Badan Pengusahaan FTZ Bintan Wilayah Tanjungpinang, Den Yealta menuturkan, di kawasan Dompak rencannaya segera di bangun pabrik rokok, pembuatan pesawat amfisi dan pengelolaan pabrik garam. Sedangkan di Senggarang dilirik salah satu investor untuk bangun hotel, risort dan kawasan olahraga.

Dituturkannya, pabrik rokok di Dompak akan di bangun PT Megatama Pinang Abadi, salah satu pengusaha rokok asal Pulau Jawa. Proses pembangunan atau peletakkan batu pertama rencananya, setelah Lebaran ini.

Baca Juga :  Hari Ini, Tengku Dahlan Dilantik Menjadi Pj Sekda

Investasi pabrik rokok tersebut mencapai Rp400 miliar dengan kebutuhan 300 tenaga kerja lokal. Hasil produksi rokok tersebut rencananya akan di eskpor masuk pasar di Malaysia, Vietnam dan India.

“Pihak PT Megatama Pinang Abadi sudah mengurus izin-izinnya. Mereka juga sudah bertemu dengan pejabat daerah,” kata Dean Yealta, kemarin.

Kata dia, pembangunan pabrik ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari kepala daerah. Ia mengaku sudah melakukan rapat bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kawasan membahas rencana tersebut.

Baca Juga :  APBD Pemko Masih di Meja Pak Gubernur

“Pengembangan usaha ini sudah direncanakan cukup lama oleh investor tersebut. Tentu ini kabar baik, yang kami tindaklanjuti,” ujarnya,

Ia mengemukakan investor tersebut sudah beberapa kali meninjau lokasi. Serta beberapa kali melaksanakan rapat bersama. “Mereka telah membeli lahan sekitar 20 hektare di kawasan FTZ Dompak,” bebernya.

Sedangkan rencana pembangunan pabrik pesawat amfisi, investornya dari Jerman. Memilih Dompak sebagai kawasan pembuatan pesawat amfibi karena melihat peluang, di Indonesia, terutama daerah kepulauan seperti di Kepri akan membutuhkan pesawat yang bisa mendarat di darat dan air tersebut. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here