Hadang Masuknya Melon Berbakteri

0
448
WAKIL Bupati Karimun Anwar Hasyim dan dari Karantina Karimun, Rahman hidayat melakukan pemeriksaan buah Rock Melon pada pedagang buah, Selasa (6/3) sore. F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

Pemerintah Kabupaten Karimun bersama dengan Badan Karantina Pertanian, bergerak cepat mengantisipasi masuknya buah Rock Melon (Cantaloupe) melalui Pelabuhan Internasional dan lainnya ke wilayah Kabupaten Karimun.

KARIMUN – ”Kami bergerak cepat, koordinasi dengan Pemerintah jangan sampai buah Rock Melon asal Australia masuk ke Karimun. Mengingat setiap harinya, jumlah penumpang asal Malaysia dan Singapura kerap meningkat masuk ke Karimun. Penumpang sering membawa oleh-oleh berupa buah dan lainnya. Demikian buah untuk keperluan dagang,” kata Rahman Hidayat, Penanggungjawab Wilayah Kerja Pelabuhan Karimun Karantina, Rabu (7/3) sore.

Ia menambahkan, hal ini diketahahui dari pemberitaan internasional terkait kejadian yang dialami warga di Australia yang tewas setelah mengkonsumsi buah tersebut.

Baca Juga :  Disdik Dorong Bentuk Paguyuban Sekolah

Rock Melon Australia tercemar bakteri listeria, dan menimbulkan kematian tiga orang warga negara itu.

Rock melon rawan masuk ke Karimun, karena buah tersebut kabarnya ada di ekspor sampai ke Singapura dan Malaysia.

Jarak Karimun dengan kedua negara tetangga dapat ditempu kapal feri, dengan waktu tempuh tidak sampai 2 jam. Selain itu, ditambah kapal ikan dari Karimun kerap keluar masuk ke Singapura dan Malaysia.

Rahman menyampaikan, tindakan mereka adalah antisipatif mengingat belum ada importasi langsung ke Indonesia. Untuk itu, masyarakat yang berada di perbatasan dengan Malaysia dan Singapura diminta mewaspadai hal itu.

Baca Juga :  Polisi dan Warga Perbaiki Jalan

Rahman mengingatkan, masyarakat Karimun untuk waspada terhadap buah melon, lebih mengkosumsi buah lokal. Ke depan, akan diperketat pemeriksaan buah impor yang diketahui berasal Australia, karena adanya potensi penularan dari jenis buah lainnya.

”Kepada penumpang dari Malaysia dan Singapura diimbau tidak membawa buah-buahan berisiko ini ke Karimun,” imbaunya.

Pengawasan di pelabuhan internasional juga akan ditingkatkan sehubungan dengan temuan ini. Mengingat keselamatan konsumen, Rahman mengaku bersama jajarannya berkomitmen untuk tidak sampai kecolongan.

Buah yang mengandung bakteri Jenis Listeria monocytogenes, berpeluang dapat masuk ke Karimun. Pada Selasa (6/3) sore, Karantina dan Pemkab Karimun telah melakukan pemeriksaan buah di seluruh toko buah. Hasilnya, tidak ada ditemukan buah rock melon asal Australia.

Baca Juga :  Aktifkan Forum, Tekan Angka Kecelakaan

Pedagang telah diberitahukan, jika menemukan ada rock melon, harus melapor segera ke Karantina. Kejadian ini merupakan sinyal darurat bagi Pemerintah Indonesia, untuk segera melakukan tindakan antisipatif. Beberapa buah tersebut, bahkan sudah mampu menembus pasar ekspor dunia.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here