Hafal Quran, 156 Siswa SDIT As-Sakinah Diwisuda

0
183
Kaylia Aliah Suta siswi Kelas IV Alefo SDIT As-Sakinah Tanjungpinang, salah satu yang ikut diwisuda, Sabtu (21/12) karena sudah hafal Alquran 1 Juz. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sebanyak 156 siswa-siswi SDIT As-Sakinah Tanjungpinang yang hafal Quran diwisuda di Masjid Sakinah di Perumahan Taman Harapan Indah Batu 9, Sabtu (21/12).

Mereka yang diwisuda ini mulai dari Kelas II sampai Kelas VI. Ini merupakan wisuda yang kedua kalinya digelar tahun ini. Sebelumnya, wisuda tahfiz juga sudah dilakukan, Juni 2019 lalu di tempat yang sama.

Ketua Yayasan Bina Insan Sakinah (YBIS) Tanjungpinang yang menaungi SDIT As-Sakinah, Ustaz Muqtafin M.Pd mengatakan, harusnya yang diwisuda adalah siswa siswi Kelas III hingga Kelas II. Namun, dalam wisuda kemarin, ada juga siswa Kelas II yang diwisuda karena sudah bisa hafal Alquran 1 juz.

Target sekolah itu, siswa yang hafal Quran 1 juz adalah Kelas II ke atas. Kenyataannya, ada siswa Kelas II yang hafalannya cepat. Sehingga mereka ikut diwisuda. Inilah siswa yang ekstra belajar hafal dan baca Quran.

Muqtafin mengatakan, meski target mereka hanya 2 juz untuk hafalan siswanya, namun ada juga siswa yang sudah hafal 3 juz, 4 juz, 5 juz hingga 6 juz.

Kepala SDIT As-Sakinah Tanjungpinang, Ustazah Kimiatis Saadah mengatakan, tahapan sebelum ditetapkan menjadi peserta wisuda, mereka melakukan penjaringan terlebih dahulu melalui guru-guru Agama (guru Alquran) di sekolah.

Saat penjaringan, ada 196 siswa yang terdata. Setelah itu, para guru kembali melakukan tes terakhir kepada siswa selama enam hari. Dari semua siswa yang terdata itu, hanya 156 yang lolos bacaan dan hafalannya. Nama nama inilah yang kemudian ditetapkan menjadi siswa peserta wisuda tahfiz.

Muqtafin mengatakan, pada tes terakhir itu, para guru mendengar bacaan siswa dan hafalannya.

”Bukan hanya hafalan saja. Namun bacaannya juga harus pas. Dalam bacaan itu ada tekanan tertentu yang harus pas. Ada standarnya,” ungkapnya lagi.

Saat tes terakhir itu, para siswa diberi kesempatan tiga kali mengulang bacaannya. Apabila tidak kali tak bisa dan masih ada yang terlewatkan, maka dinyatakan belum bisa mengikuti wisuda tahfiz. Kesempatan berikutnya masih ada.

Agar siswa lebih mudah hafal dan baca Quran, maka harus razin belajar dan menghafal di rumah. Sehingga satu per satu ayat dalam tiap juz bisa diingat dengan baik. Jika ada yang kurang paham, maka bisa ditanya pada gurunya setiap saat di sekolah.

Wisuda tahfiz ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Namun, wisuda seperti ini biasanya dilakukan sekali setahun. Mulai tahun 2019, wisuda tahfiz mereka lakukan dua kali setahun yakni, Juni dan Desember.

”Kita lakukan dua kali setahun untuk mempercepat dan memotivasi siswa agar lebih cepat hafal dan baca Quran. Mulai tahun ini kita lakukan tiap akhir senester,” jelas Kimi. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here