Harga Cabai Makin ”Pedas”, Rp 140 Ribu/Kg

0
1018
CABAI: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat memilah-milah cabai hijau milik petani di Malang Rapat Bintan, belum lama ini.f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Para pedagang di pasar tradisional Tanjungpinang mengeluhkan minimnya pasokan cabai rawit yang masuk. Selain harganya yang mahal, pasokannya juga sulit didapat di pasar-pasar tradisional.

Pantauan Tanjungpinang Pos, hanya beberapa kios pedagang yang menjual cabai rawit. Seperti di Pasar Bintan Centre Batu 9 Tanjungpinang, cabai rawit bahkan dijual dengan harga mahal. Berbeda dengan cabai merah dan cabai hijau, masih tersedia di pasaran.

Kepada wartawan, Am (50) pedagang Pasar Tradisional Bincen mengaku kelangkaan cabai rawit sudah terjadi dua hari terakhir ini.

Ia menyampaikan, atas kelangkaan itu, terpaksa harus menaikkan harga yang semua hanya Rp 80 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai setan mencapai Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram.

”Sudah sangat sulit didapat, kelangkaan ini terpaksa kami sedikit menaikkan harga,” terang Am saat dijumpai, kemarin.

Berbeda dengan cabai merah biasa, per kilogram masih dipatok Rp 100 ribu. Sebelumnya rata-rata dijual dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu per Kg.

”Ini pun salah satu penyebabnya karena musim angin utara. Biasanya barang yang dipasok ke pasar ini, berasal dari luar Tanjungpinang dan Bintan,” terang Am.

Baca Juga :  Wako Dilarang Rangkap Jabatan

Disampaikannya, khusus cabai yang dipasarkan di sini, semuanya berasal dari Jawa. Ada juga orang-orang Tanjungpinang yang menanam cabai, namun pasokannya tak mencukupi untuk pasar.

”Harapannya semoga cabai tidak naik harganya dan semoga cuaca dimudahkan dan bisa banyak dijual di Pasar Bincen,” harapnya.

Sementara di Natuna, harga cabai merah Rp 70 ribu per Kg. Cabaimerah kering Rp 50 ribu per Kg. Cabai rawit Rp 45 ribu per Kg. Bawang merah Rp 27 ribu per Kg dan bawang putih Rp 25 ribu per Kg. Di Anambas, harga cabai rawit Rp 95 ribu per Kg. Cabai merah Rp 70 ribu per Kg.

Cabai yang masuk ke Tanjungpinang tiga hari belakangan ini, kualitasnya kurang bagus. Saat disortir, banyak cabai yang tidak layak jual. Sehingga harganya pun melambung.

Karena pasokan cabai dari luar berkurang, harga cabai dari petani lokal pun melonjak. Selain kualitasnya bagus, mudah didapatkan. Hanya saja, harganya melambung.

Pedagang belum bisa memprediksi apakah harga cabai di Tanjungpinang akan naik lagi atau malah turun. Semua tergantung pasokan dari luar daerah.

Cabai Rentan Bikin Inflasi
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan, harga cabai di Batam fluktuatif. Setiap hari bisa berubah.

Baca Juga :  Mekar Rose Lima Tahun Kemudian

Sehingga diantara barang konsumsi, harga yang paling rentan dengan inflasi diakui, cabai. Dimana, saat ini harga cabai berkisar sekitar Rp 60ribu per kilogram, setelah sehari sebelumnya sempat naik hingga angka Rp 80 ribu.

”Cabai paling rentan dengan inflasi. Kita pantau terus. Kita ingin pertahankan harga tidak naik turun. Tapi faktor yang mempengaruhi harga cabai ini banyak,” kata Amsakar yang juga Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam, terkait harga cabai yang satu minggu belakangan, harga naik turun secara drastis.

Faktor yang pengaruhi, selain jalur distribusi dan cuaca, juga ketersediaan di daerah asal. Sehingga diharapkan, pasokan cabai diupayakan dari berbagai daerah. Termasuk terbaru dari Sumatera Barat, dengan ditandai MoU Wali Kota Batam, HM Rudi dengan Gubernur Sumbar, minggu lalu.

”Kita butuh suplai cukup dari berbagai daerah. Karena cabai ini rentan mempengaruhi inflasi,” ulangnya.

Diingatkannya, inflasi penting dikawal, karena mempengaruhi daya beli masyarakat. ”Inflasi harus kita kawal, walau distribusi masih susah. Inflasi menunjukkan daya beli masyarakat. Kita harapkan pelaku usaha proaktif menindaklanjuti MoU yang sudah dibuat. Tinggal mitra perdagangan kita mem-followup,” imbuh Amsakar.

Baca Juga :  Berkas SMSI Padang Diverifikasi Dewan Pers

Dalam menekan inflasi juga, sehingga mereka meningkatkan bantuan sembako murah tahun depan. Jika tahun ini paket sembako hanya 64 ribu, maka tahun depan paket sembako menjadi 128 ribu di 12 kecamatan.

”Kita ambil kebijakan ini karena pertumbuhan ekonomi kita masih rendah,” jelas mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan ESDM Batam ini.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, akhir tahun atau Desember, risiko inflasi karena angin musim utara, yang menyebabkan gelombang tinggi, dapat memicu kelangkaan pasokan ikan segar, serta menghambat jalur distribusi bahan makanan.

”Seperti cabai merah sesuai dengan pola historisnya menunjukkan peningkatan inflasi sampai akhir tahun,” katanya.

Sementara untuk kenaikan harga komoditas penyumbang inflasi terbesar seperti beras dan gula, diperkirakan meningkatnya curah hujan akan memengaruhi suplai dan produksi sayuran. Untuk pengendalian inflasi November disarankan, fokus untuk mitigasi risiko inflasi terutama menjelang akhir tahun.

”Perlu meningkatkan intensitas pengawasan dan pengendalian di pelabuhan bongkar muat bahan pangan, gudang, pasar, pedagang,” imbaunya. (ais/nor/mas/hrd/end/mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here