Harga Emas Turun Rp 1.000

0
951
EMAS: Salah satu karyawan Toko Sumbar Indah di Bincen berada di toko sambil menunggu pembeli, Minggu (3/9) kemarin. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Harga perhiasan emas mengalami penurunan senilai Rp 1.000 per gram, dari harga awal mencapai Rp 551 ribu menjadi Rp 550 ribu per gram untuk emas 24 karat. Hal ini disampaikan Jimi, salah satu karyawan Toko Sumbar Indah di Komplek Bintancentre (Bincen) tepatnya bekerja berada di Jalan DI Panjaitan, Km IX Tanjungpinang.

Penurunan perhiasan emas, kata Jimi, tidak hanya baru pertama kali ini namun fluktuatif atau tidak satbil. Dalam seminggu belakangan ini sudah sekitar tiga kali perubahan harga dengan cenderung menurun. Sebab, turun harga perhiasan emas tidak bisa dipastikan. Ada beberapa faktor, kondisi ekonomi serta nilai tukar rupiah. ”Perubahan itu tidak bisa dipastikan, semua melihat kondisi,” uajrnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (3/9).

Untuk itu, harga hari esok belum bisa dipastikan, meski demikian tidak jauh berbeda. ”Hari ini harga perhiasan emas turun seribu per gram. Besok belum tentu harga perhiasan emas sama. Bisa jadi turun atau bahkan naik lagi. Jadi, saya tidak bisa pastikan harga perhiasan emas untuk kedepannya,” ucap dia.

Contoh, kata dia, sebelumnya Rp 550 ribu per gram, harga perhiasan emas seminggu yang lalu sempat mencapai Rp 556 ribu per gram. Dari Rp 556 ribu, setiap hari terus menurun hingga harga saat ini menjadi Rp 550 ribu per gram emas 24 karat. ”Seperti ini yang kita tidak bisa prediksi. Ya, sebabnya biasalah. Yang saya tau logo emas naik, kalau perhiasan emas naik dan begitu seterusnya,” terangnya.

Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang penjualan emas tidak begitu signifikan. Ada yang melakukan transaksi, tetapi kebanyakan pelanggan tukar-tambah atau menukar keukuran yang lebih kecil. Misalnya, ada pelanggan memiliki emas 23 dengan berat 10 gram di tukar ke lima granm. Intinya nasabah masih menggunakan emas hanya saja ukurannya lebih kecil dan pulang membawa uang. ”Mungkin ini disebabkan faktor ekonomi. Jadi saat ini penjualan tidak begitu banyak,” tuturnya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here