Hari Ini, Lis-Syahrul Resmikan Night Market

0
1161
H Lis Darmansyah saat meninjau pasar malam Bazar Imlek tahun lalu.f-ist/humas pemko Tanjungpinang

Bersamaan dengan Bazar Imlek

Tanjungpinang Night Market (TNM) di Jalan Merdeka akan diresmikan oleh Wali Kota H Lis-Syahrul malam ini, Senin (15/1) pukul 19.30 WIB.

TANJUNGPINANG – Program ini merupakan program terakhir masa jabatan Wali Kota dan wakilnya, H Lis -Syahrul. Masa jabatan akan Lis Syahrul berakhir Selasa (16/1) besok. Peresmian Tanjungpinang Night Market di Jalan Merdeka bersamaan peresmian Bazar Imlek 2018.

TNM diresmikan karena Pemerintah Kota Tanjungpinang menghidupkan kembali keberadaan pasar malam yang dahulu pernah digagas masyarakat Tanjungpinang sekitar tahun 1898. Pasar malam Tanjungpinang Night Market akan dipusatkan di Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar. Dimulai dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB.

Program ini menerapkan pedagang berjualan di daerah Kota Lama Tanjungpinang, menggunakan mobile toko disebut Moko. Pedagang nanti ada yang menjual makanan kering, basah hingga pakaian dan lainnya.

”Awalnya kita ada 72 moko. Tapi, dengan kondisi yang ada,ditahap pertama separuh dari 72 moko itu dulu kita resmikan,” kata Lis kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (14/1).

Baca Juga :  Polres Galang Dana Korban Gempa

Lis mengatakan, dengan diresmikan program TNM, adalah salah satu bentuk komitmen Pemko Tanjungpinang kepada masyarakat khususnya pedagang kaki lima. Karena pedagang kaki lima adalah mitra Pemko Tanjungpinang.

Yang perlu diingat oleh masyarakat, tegas dia, moko yang digunakan oleh pedagang nanti, tidak dibagikan secara percuma alias gratis dari Pemko Tanjungpinang. Tetapi, pedagang tersebut telah melakukan kredit pembelian moko dengan suku bunga ringan serta tanpa uang muka.

”Semua ini, berkat kerjasama kita dengan perbankan. Alhamdulillah, perbankan mau mengabulkan keinginan kita di Pemko Tanjungpinang. Dan ini terwujud semua,” terang dia.

Selain sistem kredit, kata dia, ada juga yang moko bisa disewakan dan dihibahkan oleh Pemko Tanjungpinang. Kalau sistem sewa, pedagang bisa langsung hubungi pihak BUMD Tanjungpinang. ”Sewanya hanya Rp 500 ribu per bulan,” ucap dia.

Baca Juga :  Dua Ranperda Sedang Uji Publik

Kalau sistem hibah, Pemko Tanjungpinang akan peruntuhkan moko untuk kelompok masyarakat yang benar-benar serius. Sehingga moko yang diberikan pemerintah tidak disia-siakan begitu saja.

Tapi, moko itu digunakan hingga menghasilkan uang menjadi masukan kelompok tersebut. ”Kelompok masyarakat itu akan kita seleksi. Tidak sembarangan kita memberikan,” terang dia.

Dengan adanya moko, ekonomi pedagang kaki lima tetap tumbuh. Jadi, nanti pedagang kaki lima akan diberikan tanda seperti trayek. Misalnya, pedagang kaki lima A jualan di daerah Merdeka. Saat itu, jualannya tidak laku alias sepi. Pedagang tersebut bisa pindah di tempat lain, yang ada keramaian. Supaya ada masukan pedagang kaki lima tersebut. ”Kita memperdayakan pedagang kaki lima, tanpa mengabaikan estetika kota,” sebut dia.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Sekdako Tanjungpinang, Muhammad Amin mengatakan, ada Bank Riau Kepri akan hibah 20 unit moko. Semua ini sedang dalam proses. Karena moko tersebut masih berada di Pekanbaru. ”Kemungkinan datang mokonya diakhir Januari atau Februari 2018,” kata Amin.

Baca Juga :  TCC Dorong Ekonomi Tanjungpinang

Ada satu unit moko dari BPR Kepri. “Kita kasih gratis ke masyarakat yang bergabung dalam kelompok. kalau kita kasih secara pribadi dijual pulak moko itu. Minimal yang akan dilaunching nanti, sekitar 10 unit,” ucap dia.

Bagi pedagang yang kredit moko, tidak ada uang muka, suku bunga 4 persen per tahun, lama kredit tiga tahun. ”Gratis tiga bulan angsuran,” sebut dia.

Bobby Jayanto, Ketua Kadin Tanjungpinang merespon baik dihidupkan kembali kawasan Jalan Merdeka dan sekitarnya di malam hari. ”Dampak pertumbuhan ekonomi masih baik,” tegasnya singkat.(ANDRI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here