Hari Ini, Menteri Bimbing Kades se-Kepri

0
361
SARDISON (kiri) dan Swandi staf Dirjend menyampaikan keterangan, kemarin.f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Selasa (5/3) hari ini, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo akan menyampaikan arahan dan bimbingan kepada 275 kepala desa (Kades) se-Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Kehadiran menteri tersebut sekaligus membuka rapat kerja teknis (Rakernis) kepala desa se-Kepri. Eko hadir di tengah-tengah seluruh kepala desa juga sebagai bentuk penghargaan buat pemerintahan desa di Kepri karena masuk terbaik nasional penyaluran Dana Desa (DD) tahun 2018 di Indonesia.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri, Drs Sardison MTP mengatakan, selama empat tahun terakhir (2015-2018) Dana Desa (DD) yang sudah digunakan untuk pembangunan infrastruktur di 275 desa di lima kabupaten di Kepri sekitar Rp485 miliar.

Baca Juga :  FKPT dan BNPT Monitoring Peran Warga dalam Pencegahan Terorisme

Dana tersebut dipakai membangun berbagai infrastruktur sesuai peraturan Kementerian Desa maupun peraturan lainnya yang terikat. Pengelolaan Dana Desa di Kepri juga tergolong maksimal.

Selama empat tahun itu, sekitar 31.876 meter meter jalan desa telah dibangun. Kata Sardison, jalan yang dibangun sesuai kapasitas pemerintah desa.

”Dana Desa tidak akan dipakai untuk membangun jalan nasional, jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Ini perlu saya jelaskan kepada masyarakat agar lebih paham apa itu jalan desa. Pemerintah desa hanya bisa membangun jalan desa. Misalnya, jalan di gang-gang pemukiman penduduk,” jelas Sardison kepada wartawan, Senin (4/3) di Tanjungpinang.

Jalan desa yang dibangun mulai dari satu meter hingga empat meter. Tentu jalan itu dibangun agar jalan warga makin bersih dan mudah dilalui.

Baca Juga :  2020, Kepri Bebas Campak-Rubella

Kemudian dibangun juga 483 unit drainase. Sehingga jalur air di pedesaan makin lancar dan tidak mengganggu penduduk saat hujan deras maupun saat air laut pasang.

Sebagai daerah kepulauan dengan penghasilan banyak nelayan, maka tambatan perahu sangat dibutuhkan. Dengan adanya Dana Desa ini, maka sudah 302 unit tambatan perahu yang dibangun.

Kemudian, sudah dibangun juga 4 unit Gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Artinya, sudah ada aktivitas BUMDes tersebut.

Sebagai daerah maritim, air laut kerap membuat bibir pantai longsor maupun erosi. Untuk mempertahankan lahan yang ada, erosi harus dihindari.

Satu desa atau satu pulau tidak bisa dibiarkan tergerus air dan luasnya makin kecil karena erosi. Karena itu, penahan erosi perlu harus dibangun. Dan hingga kini, sudah 546 unit penahan tanah/erosi dibangun.

Baca Juga :  Koramil Binut Goro Bersama Warga Desa Lancang Kuning

Sudah dibangun juga 132 unit infrastruktur air bersih. Jika selama ini masih ada warga yang harus kesulitan mencari air bersih dan harus pergi jauh, maka dengan Dana Desa, air bersih sudah bisa sampai di rumah penduduk.

Di bangun juga tempat mandi, toilet dan lainnya sebanyak 114 unit. Termasuk membuat 19 unit sumur serta perlengkapannya. Dan paling penting lagi, sudah dibangun 179 posyandu atau polindes.

Sejak adanya Dana Desa ini, sudah banyak perubahan yang lebih baik di desa-desa di Kepri. Infrastruktur makin lengkap termasuk sarana kesehatan. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here