Hidroponik, Solusi Bertanam Lahan Sempit

0
601
Ade Masdar sedang menunjukkan sauran hasil tanaman hidroponik kepada Lurah Pinang Kencana, Syamsul Bahri, kemarin. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Keterbatasan lahan di sekitar rumah bukanlah hambatan dalam menanam sayuran. Ini sudah dibuktikan Ade Masdar, salah satu warga RT04/RW11, Kampung Sumber Rejo Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – selama satu tahun belakangan ini, ia tak tinggal diam dengan keterbatasan lahan yang ada. Dibantu para kader lingkungan mereka melakukan langkah inovasi dengan melakukan budidaya tanaman sayuran menggunakan media hidroponik.

Menurutnya, diawal tahun 2017 lalu, warga Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur bersama ia mulai belajar bagaimana cara menanam sayur dengan sistem hidroponik atau tanam sayur menggunakan media air. Saat itu, hanya tanam sayur jenis selada dan seledri saja.

”Alhamdulillahm berhasil,” ucap syukur Ade Masdar kepada Tanjungpinang Pos saat berada di rumahnya berada di Kampung Sumber Rejo, RT04/RW11, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Selasa (23/11).

Berjalannya waktu, sambung Ade ia mulai menambah jenis sayur untuk ditanam menggunakan hidroponik. Mau itu jenis sayuran sawi minyak, daun min, sawi pagoda dan pakcoy. Hasilnya, sangat membantu keuangan rumah tangga karena harganya sedikit mahal dibandingkan tanaman sejenisnya, tapi ditanam di lahan yang luas.

Iapun membeberkan cara membuatnya tanama di hidroponik. Yakni, terlebih dahulu memotong rockwool dengan ukuran kecil sesuai selera. Lalu, rockwool diberikan lubang kecil.

Lalu, lubang tersebut akan di isi bibit sayuran, yang akan ditanam. Sebelum bibit dimasukkan ke dalam lubang, rockwool terlebih dahulu dibasahi dengan air. Rockwool salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik.

Diperkirakan, masa penyemaian bibir sayur kurang lebih dua minggu. Selama penyemaian, rockwool dibasahi dengan air. Agar rockwool dalam kondisi basah.

Setelah dua minggu, ia pindahkan bibit yang sudah tumbuh sayur di tempat lainnya. Pipa petak plastik yang sudah diberikan tanaman sayur dialirkan air.

Dan, air tersebut sudah diberikan pupuk terus mengalir menggunakan mesin pompa sesuai dibutuhkan. Bisa jadi mengunakan mesin pompa akuariium dan mesin pompa lainnya.

Menurutnya, mesin pompa hidup hingga mengalir air dari sejak pagi sampai malam hari.

”Kalau kita mau tidur saja baru dimatikan mesinnya,” ucap dia. Sayur bisa dipanen, diperkirakan satu bulan. Ia hanya memasarkan sayur yang telah dipanen di dua swalayan. Yaitu Swalayan 21 dan Albaik.

Kata di a, setiap hari, dirinya mengirim 40 peking sayur segar di masing-masing swalayan tersebut.

”Hanya dua swalayan itu yang menerima sayuran dari kita,” terang dia.

Selama ini, kendala yang dialami adalah hama. Hawa yang menyerang tanaman sayur, adalah ulat hingga belalang. Karena tanaman hidroponik miliknya tidak diberikan dinding atau tempok. Sehingga hama tersebut mudah menyerang tanaman sayur yang ditanamnya. ”Memang, maunya diberikan dinding. Biar tanaman kita aman dari hama,” terangnya.

Ia mengaku dengan senang hati, apabila ada masyarakat yang mau menyempatkan belajar untuk tanam sayuran dengan cara hidroponik. ”Alhamdulillah, anak SD, SMP, SMA maupun masyarakat lainnya mau belajar tanaman hidroponik dengan kita,” sebut dia.

Sementara itu, Lurah Pinang Kencana, Syamsul Bahri memberikan apresiasi kepada Ade Masdar. Karena mantan karyawan perbankan ini telah pernah meraih juara satu lomba urban farming yang diadakn oleh Bank Indonesia pada tahun 2017 lalu.

Memang, kata Syamsul, pihak kelurahan tidak bisa memberikan bantuan uang kepada Ade Masdar. Tapi, pihak kelurahan hanya bisa membantu mempromosikan tanaman hidroponik milik Ade Masdar. Salah satunya akan dipromosikan di pawai Budaya yang akan berlangsung di Tepilaut Tanjungpinang nanti. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here