Hiswana Migas Minta HET Gas 3 Kilo Rp 20.186

0
854
GAS: Pegawai Pertamina saat mengangkut tabung gas ukuran 3 kilogram. f-jpnn

Tanjungpinang – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Tanjungpinang, kembali mengusulkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) gas melon ukuran 3 kilogram (Kg) ke Pemko Tanjungpinang.

Ia mengusulkan dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20.186 rupiah per tabung. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah, Riono, kemarin.

”Sebelumnya, 2014 Hiswana Migas juga mengusulkan kenaikan, tetapi pada saat itu, Pemko menolak. Sudah dua tahun berjalan, di 2017 ini kembali mengusulkan maka perlu dipertimbangkan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (2/2) usai mengikuti rapat bersama.

Baca Juga :  10.169 RTS Dapat Sembako Gratis dari Pemko

Menururtnya, untuk memutuskan masih perlu dipertimbangkan dan dibahas bersama Provinsi Kepri, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Dan, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah memahami betul, pemaparan dari Hiswana Migas terkait dasar pengajuan kenaikan HET.

Faktornya, di antaranya biaya pendistribusian dan lainnya tinggi. Bahkan kini, UMR Tanjungpinang mengalami kenaikan dari tahun-ketahun sesuai dengan penghitungan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Meski demikian, dengan menaikkan harga di 2017, diyakini akan memberatkan ekonomi masyarakat. Bahkan baru-baru ini, pemerintah mengambil kebijakan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) juga.

Baca Juga :  Pelayanan KTP-El Amburadul

Ini sudah menambah beban biaya. Untuk itu, permintaan kenaikan HET gas melon 3 Kg masih akan dipertimbangkan.

”Dengan HET 15 ribu saja, bisa dijual di tengah masyarakat sekitar Rp 17 sampai Rp 20 ribu. Jadi, ini perlu dibahas kembali terkait kenaikannya,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak Pemko berjanji akan mencari jalan tengah. Untuk itu, perlu pembahasan bersama dengan provinsi maupun Hiswana Migas itu sendiri.

Riono menambahkan, ia meminta Hiswana Migas memastikan stok gas di Kepri, khususnya Tanjungpinang aman.

Baca Juga :  Poliklinik RSUP Tutup 10 Hari

Pada momen tertentu, kadang terjadi kekosongan stok yang berimbas kepada kecemasan masyarakat. Dan menyebabkan harga naik di pasaran.

Ia berharap hal seperti ini, jangan sampai terjadi. Untuk itu, perlu perencanaan matang lagi. (DESI LIZA PURBA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here