Hore, Pemko Anggarkan Seragam Gratis di 2019

0
637
Suasana salah satu sekolah di Tanjungpinang menjelang pembagian rapor beberapa pekan lalu. f-Dokumen/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sesuai janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul-Hj Rahma terkait seragam gratis akan direalisasikan.

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalaui APBD Murni 2019 mengalokasikan anggaran seragam gratis senilai Rp 7,9 miliar. Dari dana itu digunakan membiayai seragam siswa SD dan SMP sederajat di Tanjungpinang.

Hj Rahma menuturkan, biaya seragam gartis masuk dalam skala prioritas pendidikan yang akan dilaksanakan di 2019, selain kegiatan lain yang juga penting.

“Sesuai janji kampaye kami (Syahrul-Rahma) bahwa pemberian seragam gartis itu pasti direalisasikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (23/11).

Baca Juga :  Bulog Distribusikan Beras Raskin ke e-Warong

Terkait tekni pelaksanaan diserahkan kepada OPD terkait. Menurutnya, hal ini tidak sulit karena beberapa daerah sudah merealisasikan.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menuturkan, siswa-siswi baru tahun ajaran 2019/2020 nanti akan menikmati seragam gratis yang dianggarkan melalaui APBD Pemko Tanjungpinang.

Ia menuturkan, usulan pemberian seragam gratis bagi siswa sudah lama disampaikan ke esekutif. Hanya baru dapat direalisasikan.

Dituturkannya, legislatif pada prinsipnya tidak pernah menolak kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan, termasuk pemberian seregam gratis bagi siswa. Seragam gartis bukan hanya siswa baru di sekolah negeri namun juga swasta.

Baca Juga :  Lahan ke Pelabuhan Tanjung Moco Harus Dibebaskan

Maskur menuturkan, sesuai hasil pembahasan, para siswa baru nantinya akan menerima beberapa seragam. Diantaranya, satu set baju OSIS, baju olahraga, Pramuka lengkap, baju batik, sepatu, tas, buku sekolah, pensil, penghapus dan kaos kaki.

“Semua siswa baru akan menerima bantuan seragam gartis ini,” ucapnya.

Selain itu, Maskur menilai, pemberian seragam gartis akan memberikan kelegaan bagi pihak sekolah. Selama ini, tahun ajaran baru cukup menjadi momok karena tak jarang mendapat protes terkait besaran biaya seragam.

“Melalui program ini pihak sekolah bisa merasa nyaman sebab tidak ada lagi orang tua yang datang meminta bantuan agar diringankan biaya seragam sekolah,” ucapnya.

Baca Juga :  Bawaslu Kota Gelar Bimtek Pengawasan

Tentu program ini, sangat membantu meringankan beban orang tua, khususnya yang memiliki keterbatasan kamampuan ekonomi.

Maskur menuturkan, selama ini banyak para orangtua yang datang meminta bantuan, namun biasanya hanya bisa diakomodir melalaui bantuan pribadi.

Melalui program ini, maka tidak ada lagi alasan bagi orangtua yang tak menyekolahkan anaknya. Apalagi, tidak ada iuran bulanan bagi siswa SD dan SMP sederajat. (dlp/mega/ratni)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here