Ibu Jadi TKI, Anak Digarap Tetangga

0
1621
JUMPA PERS: Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri didampingi Kanit Reskrim Ony saat jumpa pers, kemarin. Pelaku pencabulan AK (pakai sebo). f-raymon/tanjungpinang pos

Pembalut Wanita dan TELEPON Bongkar Derita Siswi SD yang dicabuli

Niat hati menitip anak ke tetangga supaya dijaga baik-baik. Rupanya, kesempatan itu justru dimanfaatkan tetangganya untuk menggauli Bunga (11) bukan nama sebenarnya saat ibu korban bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Tanjungpinang – SEBELUM berangkat ke Malaysia November 2016 lalu, ibu korban menitipkan putrinya ke pelaku. Kebetulan, tempat kos mereka berdekatan di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Karena sudah lama mengenal pelaku, ibu korban pun percaya kepadanya dan menitipkan Bunga ke pelaku selama dirinya berada di Malaysia.

Sejak ibu korban berangkat ke Malaysia, pelaku berinisial AK (39) membujuk korban tidur di rumahnya. Sejak itu pelaku mulai menggerayangi tubuh korban.

Di malam berikutnya, aksi pelaku makin menjadi-jadi. Saat anak ingusan itu tidur lelap, korban memaksa membuka celana dalam korban dan memegang bagian sensitif tubuh Bunga. Akibat kejadian itu, Bunga terbangun dan menghindar.

Puncaknya, nahas dialami korban, Senin (21/11) tahun 2016 lalu sekitar pukul 10.00. Saat pulang sekolah, korban langsung dibawa pelaku ke rumahnya. Waktu itu, pelaku langsung merenggut kegadisan korban.

Baca Juga :  RUU Kepulauan Prioritas MPR RI

Sejak itu, pelaku makin leluasa mencabuli korban. Pengakuan korban kepada polisi, pelaku menggerayangi bagian sensitif tubuhnya sebanyak tiga kali pakai tangan.

Pelaku juga sudah mencabuli korban sebanyak lima. Akibat kejadian itu, alat kemaluan korban mengalami pendarahan.

Setelah mencabuli korban, pelaku pulang ke kampung halamannya untuk menemui istri dan tiga anaknya. Rupanya, anak pertama pelaku sudah kuliah.

Tak lama di Malaysia, ibu korban pulang ke Tanjungpinang. Saat itu, pelaku sudah di kampungnya. Suatu malam, ibu korban melihat putrinya mengalami pendarahan di bagian selangkangannya.

Ibu korban sempat berpikir anaknya sedang datang bulan. Sehingga, ia memberikan pembalut wanita kepada anaknya.

Satu bulan kemudian, Bunga tidak mengalami datang bulan seperti perkiraan ibunya. Saat itu ibu korban mulai curiga. Harusnya, anaknya sudah datang bulan. Ibu korban pun makin resah apa yang terjadi pada anaknya.

Tanggal 24 Januari, pelaku menghubungi ibu korban. Setelah menanyakan kabar, pelaku kemudian meminta ponselnya diserahkan kepada Bunga.

Baca Juga :  Angkat Tradisi Adat dan Budaya Melayu

Saat itu, ibu korban menyerahkan ponselnya ke Bunga dan loudspeaker-nya diaktifkan. Sehingga ibu korban bisa mendengar semua pembicaraan pelaku dengan putri semata wayangnya itu.

Rupanya, pelaku ingin menanyakan apakah korban memberitahukan kejadian itu kepada ibunya. Saat itu Bunga mengatakan, ia tak cerita pada ibunya kalau dirinya sudah dicabuli berkali-kali.

Merasa ada yang ditutupi Bunga, akhirnya ibu korban bertanya. Kecurigaan ibu korban makin menjadi-jadi sejak korban tidak pakai pembalut lagi.

Setelah dipaksa, akhirnya korban menangis sejadi-jadinya. Ia pun membeberkan semua perbuatan pelaku kepadanya. Bunga mengaku sudah ditiduri korban sebanyak lima kali.

Ibu korban yang sudah lama menjanda ini panik, marah dan pitam. Akhirnya ia memilih melaporkan kejadian itu ke Polsek Tanjungpinang Barat hari itu juga.

Kapolsek Tanjngpinang Barat AKP Yuhendri, mengatakan, saat bertelepon dengan ibu korban, pelaku hendak balik dari kampungnya ke ke Tanjungpinang melalui Pelabuhan Kijang.

Saat itu, pelaku tidak tahu bahwa perbuatannya sudah terbongkar. Hal itu dikarenakan pengakuan Bunga yang mengatakan tidak pernah menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibunya.

Baca Juga :  Menteri Susi Larang Tangkap Lobster Bertelur

Yakin aksinya tidak terbongkar, pelaku pun balik ke Tanjungpinang. Sekitar pukul 00.15, pelaku sudah sampai di Kijang. Kemudian pelaku sampai di tempat kosnya pukul 21.00.

Setibanya di tempat kosnya tersebut, pelaku langsung ditangkap. Ia tak bisa mengelak atas perbuatannya itu karena korban sudah memberi keterangan kepada polisi.

”Selama ini tersangka kerjanya sopir angkot di Tanjungpinang. Kadang ia mengantar jemput korban selama ibunya di Malaysia,” ujar Yuhendri kepada wartawan, Kamis (2/2).

Saat pelaku ditangkap, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu celana dalam warna putih, satu celana pendek warna hijau, satu baju kaos warna hitam dan satu rok sekolah milik korban warna merah.

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 junto 82 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here