Impor Mobil Mewah Turun 60 %

0
671

BATAM – Import mobil completely built up (CBU) mewah selama tahun 2017, mengalami penurunan dratis ke Batam. Penurunannya sampai 60 persen. Impor mobil CBU tahun lalu hanya 334 unit. Padahal pada 2016, impor sekitar 556 unit. Penurunan drastis itu diperkirakan dikarenakan perekonomian Batam yang melemah tahun lalu, sebagai salah satu penyebab.

Selain itu, sebagaimana disampaikan Direktur Lalu Lintas (Ditlalin) Barang BP Batam Tri Novianta Putra, penyebab lainnya, karena banyak mobil dari Jakarta yang masuk ke Batam. ”Menurunnya minat masyarakat untuk membeli mobil jenis SBU, sebenarnya sudah turun sejak tahun 2012. Tapi sekarang turun drastis, mugkin karena ekonomi warga,” katanya.

Diungkapkan, tahun 2012 lalu jumlah impor mobil CBU ke Batam sebanyak 1.429 unit. Jumlah itu turun lagi tahun 2013, yang mana jumlah mobil import hanya 1.265 unit. Jumllah itu kembali turun tahun 2014, menjadi 1.077 unit. Jumlah itu juga turun pada tahun 2015 turun menjadi 964 unit.

”Sementara 2016 kembali turun menjadi 556 unit dan 334 unit di 2017. Jadi trennya memang terus turun,” sambung Tri.

Terkait prosedur impor mobil CBU, sesuai ketentuan Kementerian Perindustrian, harus mengajukan tanda pendaftaran tipe (TPT) dan varian kendaraan bermotor, untuk keperluan impor ke pemerintah pusat tiap bulan. Apabila mobil CBU merupakan tipe terbaru, importir harus mengajukan TPT pendaftaran uji tipe ke Kemenhub.

”Selama ini, yang menarik dari mobil CBU, harganya lebih murah dibanding di daerah lain di Indonesia. Tapi tidak bisa dibawa keluar sebelum membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai ketentuan,” katanya.

Diakui, dengan berkurangnya impor mobil CBU, disisi lain berdampak lebih baik. Dimana, penurunan itu akan berdampak meningkatnya pembelian mobil lokal seperti dari Jakarta. ”Tapi kalau jumlahnya kami tidak tahu, karena mobil dari dalam negeri, bukan dikami. Kami hanya mengawasi mobil impor,” imbuh Tri.

Sementara Ketua Kadin Batam, Jadi Rajaguguk mengatakan, penting bagi pemerintah meninjau regulasi impor mobil mewah. Menurutnya, lebih baik tidak diberikan izin import mobil, karena tidak memberikan dampak ekonomi, bagi masyarakat. ”Baiknya tidak dikeluarkan ijin lagi. Jumlah mobil import juga sudah terlalu banyak di Batam,” cetusnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here