Importir Besar Memonopoli

0
929
barang selundupan: aparat saat mengagalkan barang barang yang diselundupkan beberapa waktu lalu.f-dokumen/tanjungpinang pos

SIKIT2 Main tangkap, main sita dan ajukan ke pengadilam direndam dlm penjara bagi penyelundup brg2 pangan di Kepulauan Riau selama ini. Kebanyakan penyelundup ini adu nasib dari warga kita sendiri dg dalih cari makan. Bukan mereka tak mau bikin dokumen pabean (manivest) tapi aturan tak boleh, karena tlh dimonopoli Importir kaliber kakap pakai sistim kapitalis (mdl kcl untung bsr). Lihat di Batam importir bebas dipajak, dipungut BEA MASUK tapi pedagang kecil yg belanja ke Batam barulah dikenakan CUKAI. Kalau mau makmurkan rakyat kita, kenapa tidak importir yg dipungut bea masuk brg2 dari luar negeri, bebas bagi pedagang lokal. Aturan/peraturan ini keliru dan merugikan negara/rakyat luas. Harap menjadi perhatian bagi semua kalangan.
+6281364252006

Peranturan Impor Memberatkan
MBS.PEJABAT KEPRI,Gub.Nurdin Basirun dan Rudi Wali Kota Batam resah karena kalangan pengusaha Batam, kenapa tak usulkan ke pusat untuk pungut pajak barang barang impor masuk ke Batam. Selama ini Bea Cukai pungut bea masuk kepada pedagang yg belanja di Batam sama2 dlm negeri?. Ini kan aturan /peraturan terbalik yg merugikan rakyat kecil dan menguntungkan importir besar yg punya sistim monopoli (Impor brg pangan blh buat saya sendiri org lain ditangkap dan disita barangnya). Ini aturan/peraturan tidak adil terhadap sesama WNI.Agar jadi PR bagi pejabat terkait.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Semua pengusaha ekspor-impor mesti menjalankan aktivitasnya secara sah. Di Kepri, banyak aktivitas ekspor impor yang ilegal. Kegiatan itu sangat merugikan negara. Siapapun yang melakukan kegiatan ilegal akan ditangkap. Namun, kami berjanji tidak mempersulit pengurusan izin-izin kegiatan ekspor-impor. Jika ada petugas Bea Cukai mempersulit, maka diminta melapor ke kementrian keuangan.

Baca Juga :  Wujudkan Jembatan Babin

Demikian juga dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mesti meneggakkan aturan dengan baik. BC harus memberikan kemudahan kepada pelaku usaha mengurus persyaratan kegiatan ekspor dan impor. Ini merupakan tindaklanjut rapat terkait penertiban impor barang berisiko tinggi (PIBT) di antara kementerian yang membahas kegiatan yang ilegal menjadi legal. Kementerian Keuangan melalui Bea dan Cukai berkomitmen melakukan kegiatan ekonomi ekspor dan impor harus dibantu. Bea dan Cukai tidak mempersulit mendapatkan seluruh perizinan yang diminta. Tetapi ada kalanya kebijakan itu dari Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Pertanian dan Perekonomian yang dianggap pelaku usaha mempersulit proses terbitnya perizinan. Tujuan dari aturan atau kebijakan yang dibuat tidak lain untuk menjaga ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Siswa Dipaksa Bawa Laptop

Kementerian Keuangan bersama dengan kementerian lainnya berkomitmen mempermudah dan mengubah kebijakan untuk pelaku usaha. Ini menjadi salah satu paket ekonomi yang akan diberikan Kemenko Perekonomian untuk mengatasi kesulitan di bidang ekspor. Beras dan gula adalah barang yang diatur, dalam hal ini Bea dan Cukai melaksanakan aturan yang dibuat kementerian dan lembaga lain. Dampak dari penertiban barang impor berisiko tinggi, seperti daerah yang pasokan beras dan gula kurang. Dampaknya tidak baik. Atas dasar itu, pelaku usaha mesti berbenah menyiapkan segala persyaratan untuk dapat melakukan kegiatan ekspor dan impor. (yon)

Baca Juga :  Proyek Tepi Laut dan Lampu Jalan

Sri Mulyani
Menteri Keuangan RI

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here